Panitia Munas Golkar Sebut Pemilihan Ketua Umum Berpeluang Besar Aklamasi

Felldy Utama ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 18:55 WIB
Panitia Munas Golkar Sebut Pemilihan Ketua Umum Berpeluang Besar Aklamasi

Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar 2019, Adies Kadir (tengah) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/12/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Panitia Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar 2019 menyatakan kemungkinan besar pemilihan ketua umum akan dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat. Dengan kata lain, pemilihan ketua umum akan dilakukan secara aklamasi.

Ketua Panitia Munas X Partai Golkar 2019, Adies Kadir mengatakan, sampai saat ini para calon ketua umum Partai Golkar masih bernegosiasi menghasilkan kesepakatan yang sama.

BACA JUGA:

Bamsoet Mundur dari Calon Ketua Umum Golkar, Airlangga: Ini Munas yang Adem

Bamsoet Mundur dari Caketum Partai Golkar

Adies mengaku sudah mendengar ada sejumlah calon yang mundur dari pencalonan. Namun, dia tetap menunggu kabar resmi hingga acara Munas Partai Golkar resmi dibuka.

"Kami harapkan nanti pada saat pembukaan bisa terjadi musyawarah mufakat sehingga Partai Golkar dalam Munas akan berjalan lancar dan tenang," katanya saat jumpa pers di area Munas Partai Golkar yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR ini tak menampik maksud musyawarah mufakat ini berkaitan dengan pemilihan ketua umum partai Golkar yang diputuskan secara aklamasi. "Kalau musyawarah mufakat dan tidak ada calon yang maju, berarti kan otomatis aklamasi, tidak ada pemiliha aklamasi," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memutuskan mundur dari pencalonan sebagai ketua umum Partai Golkar. Keputusan ini merupakan langkah terbaik untuk keutuhan dan kesolidan partai.

Bamsoet mengumumkan pengunduran dirinya di kantor Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Hadir dalam kesempatan itu Menteri Koordinator Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie.

Bamsoet menuturkan, keputusannya mundur setelah mendengarkan masukan dan pendapat dari para senior partai. "Ini cara kami menyelesaikan masalah. Ketika senior kasih pendapat, kami yang muda patuh. Kami mematuhi Pak Ical (Aburizal), Pak Agung (Agung Laksono), Pak Akbar (Akbar Tanjung) dan Pak Luhut," ucapnya, Selasa (3/12/2019).


Editor : Djibril Muhammad