Pantauan Udara BNPB: Kondisi Alam Lebak Rusak Parah, Banyak Tambang Ilegal

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 18:51 WIB
Pantauan Udara BNPB: Kondisi Alam Lebak Rusak Parah, Banyak Tambang Ilegal

Sejumlah bangunan rusak akibat diterjang banjir dan tanah longsor di Desa Banjarsari, Lebak, Banten, Sabtu (4/1/2020). (Foto: Antara/M Bagus Khoirunas).

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten, dari udara, Selasa (14/1). Hasil pantauan menunjukkan kerusakan hutan dan lereng bukit di wilayah ini semakin parah.

BNPB menengarai maraknya alih fungsi lahan menjadi jenis tanaman musiman menyebabkan wilayah tersebut kehilangan kekuatan dan pengendali vegetasi alami. Tidak heran ada enam kecamatan yang terdampak bencana mulai Kecamatan Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Curugbitung, Maja dan Cimarga.

Selain itu, BNPB juga menemukan lokasi tambang emas ilegal di hulu Sungai Ciberang, Gunung Julang yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Lebakgedong.

BACA JUGA: Banjir Bandang Lebak Rusak Puluhan Jembatan, Kerugian Ditaksir Rp56 Miliar

”Di sepanjang bantaran sungai dan lembah ditemukan kondisi permukiman penduduk yang semakin padat. Hal ini menyebabkan wilayah kerentanan terhadap bencana semakin tinggi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo, Rabu (15/1/2020).

Agus menjelaskan, terdapat 30 desa di 46 titik lokasi banjir dan longsor. Sebanyak 2.162 rumah mengalami kerusakan mulai dari kriteria rusak berat, sedang, hingga ringan. Selain itu ada 24 jembatan putus, 1 kantor kecamatan rusak dan 3 kantor desa rusa.

Banjir bandang tersebut juga menyebabkan 1.392 kepala keluarga yang terdiri atas 5.106 jiwa mengungsi. Sembilan orang meninggal dunia dan dua hilang.

Dampak banjir bandang juga terlihat hingga Waduk Karian. Dalam pantauan terdapat banyak material kayu yang terbawa arus banjir dari banyaknya kerusakan hutan.

Editor : Zen Teguh