Pasca-Teror Bom Sri Lanka, Polri Perketat Pantauan Kelompok Radikal

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 24 April 2019 - 14:08 WIB
Pasca-Teror Bom Sri Lanka, Polri Perketat Pantauan Kelompok Radikal

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Polri terus melakukan antisipasi menyusul pengeboman di Sri Lanka. Upaya monitoring terus dilakukan untuk melihat pergerakan kelompok radikal.

"Polri sudah laksanakan mapping dan profiling sleeping-sleeping cell di seluruh wilayah Indonesia dengan terus memonitoring pergerakan kelompok tersebut," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo saat dihubungi, Rabu (24/4/2019).

BACA JUGA:

359 Nyawa Melayang, Sri Lanka Tangkap 58 Orang Diduga Pelaku Teror Bom

Korban Tewas Bom 359 Orang, Sri Lanka Indikasikan Keterlibatan ISIS

Intelijen AS pun Tak Tahu Potensi Serangan Bom di Sri Lanka

Dedi menjelaskan, penangkapan kelompok teroris jaringan Lampung, Sibolga, Kalbar, Jateng, Jabar, Jatim, Daerah Istimewa Yogyakarta, Riau merupakan langkah-langkah preventif strike yang dilakukan Polri sesuai peraturan yang belaku.

"Berdasarkan UU 5 tahun 2018 dalam rangka mitigasi rencana aksi-aksi kelompok JAD yang berafiliasi ke ISIS," ujarnya.

Hingga saat ini, Dedi mengaku, tidak terlihat adanya peningkatan pergerakan dari kelompok radikal di sel tidur. Penangkapan sejumlah kelompok jaringan teroris di berbagai wilayah di Indonesia adalah bukti salah satu bentuk pengamanan yang terus dilakukan Polri.

"Tidak ada (pergerakan) tapi tetap diantisipasi," ucap Dedi.

Jumlah korban tewas akibat teror di Sri Lanka bertambah menjadi 310 orang hingga Selasa, 23 April 2019. Sedikitnya 500 orang luka-luka karena rangkaian teror di delapan lokasi yang menyasar hotel dan gereja.


Editor : Djibril Muhammad