Pasien Positif Corona Bertambah 103 Jadi 893 Orang, Sulsel Jadi Atensi

Felldy Utama, Rizki Maulana ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 15:43 WIB
Pasien Positif Corona Bertambah 103 Jadi 893 Orang, Sulsel Jadi Atensi

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto: Antara/Aditya Pradana).

JAKARTA, iNews.id - Jumlah pasien positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Hingga Kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB, pasien positif bertambah 103 kasus menjadi 893 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, jumlah ini merupakan akumulasi sejak hari pertama ketika pasien positif diumumkan. Selain kasus positif, terjadi penambahan jumlah pasien meninggal dunia.

"Terjadi penambahan 20 kasus sehingga total sampai hari ini menjadi 78 orang ,"ujar Yuri dalam konferensi pers di Grha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Selain itu, terdapat penambahan pasien positif yang dinyatakan sembuh. Sampai hari ini pasien sembuh bertambah menjadi 35 orang atau bertambah 4 orang dari sebelumnya 31 orang pada Rabu kemarin. 

Menurut Yuri, dari jumlah pasien positif, sebaran atau pasien terbanyak tetap di DKI Jakarta. Kendati demikian jika melihat data, terjadi penambahan signifikan di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang bertambah 14 kasus dalam sehari menjadi 27 orang.

"Ini harus menjadi atensi dalam konteks untuk pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit ini," ujarnya.

Pemerintah meminta masyarakat terus melakukan phsycal distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini semakin luas. Bagi masyarakat yang memiliki gejalan terjangkit virus ini dalam skala ringan, diminta untuk melakukan isolasi diri atau self isolation.

Yuri mengingatkan, droplet atau percikan dari batuk atau bersin bsa menyebar sampai 1,5 meter. Akan lebih baik jarak antarorang dibatasi sampai 1-5 meter atau 2 meter.

Di dalam konteks menjaga jarak inilah yang kemudian muncul dalam berbagai kebijakan yakni bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah. Masyarakat juga diminta untuk menghindari kerumunan.

"Permaslahannya, mau tidak kita saling mengingatkan dan mau diingatkan. Mari kita saling melindungi siapa pun yang ada di sekitar kita, utamanya keluarga kita. Inilah kunci yang bisa kita lakukan untuk melakukan pencegahan," ucapnya.


Editor : Zen Teguh