PB Djarum Setop Audisi, Fahri Hamzah Sindir KPAI: Urus Saja Anak Jalanan

Abdul Rochim ยท Selasa, 10 September 2019 - 16:59 WIB
PB Djarum Setop Audisi, Fahri Hamzah Sindir KPAI: Urus Saja Anak Jalanan

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Perkumpulan Bulutangkis Djarum (PB Djarum) telah menghentikan audisi beasiswa Bulutangkis 2020. Penghentian itu sebagai sikap atas tudingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menduga adanya penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam audisi.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah merasa aneh dengan sikap KPAI yang menuduh PB Djarum melakukan eksploitasi anak. "Jangan itu (PB Djarum) yang diurusin. Itu yang enggak sekolah, yang di pinggir jalan, dong yang diurusin. KPAI ini ada-ada saja," katanya.

Hal itu disampaikan Fahri kepada wartawan di sela peluncuran buku "Arah Baru Kebijakan Kesejahteraan Indonesia" karyanya, di Ruang Abdul Muis Gedung Nusantara DPR RI, Selasa (10/9/2019).

BACA JUGA:

Wiranto soal Polemik KPAI dan PB Djarum: Sudah Selesai, Nanti Ada Konsep Baru

KOI Ajak KPAI dan PB Djarum Duduk Satu Meja soal Anggapan Eksploitasi Anak

PB Djarum Setop Audisi Beasiswa Bulu Tangkis 2020, Begini Respons KPAI

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu menilai, banyak hal yang lebih penting yang bisa dilakukan KPAI. Misalnya, anak-anak yang putus sekolah dan menjadi pengemis di jalanan.

"Kenapa KPAI meributkan hal yang justru baik bagi pembibitan calon atlet nasional itu," ujar politikus asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Fahri pun mengusulkan agar audisi bulu tangkis yang sudah puluhan tahun dibuat PB Djarum tidak perlu diributkan. Mengingat banyak masalah lain, khususnya yang menyangkut kesejahteraan anak-anak Indonesia.

"Ya kan, anak jalanan, anak yang enggak sekolah, tahu enggak itu sekarang itu angka anak Indonesia atau orang Indonesia yang tidak pernah sekolah, masih ada sekitar 2,7 persen penduduk Indonesia. Itu dulu diadvokasi deh," tuturnya.

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu menyebut, anak-anak senang dengan pelatihan bulu tangkis. Jangan sampai, kesenangan dan prestasi anak justru dihapuskan dalam mimpinya.

"Ini orang sudah happy main bulu tangkis. Kecuali KPAI kalau mau ubah kebijakan soal rokok dan tembakau, itu soal lain. Tapi ini orang sudah masuk situ, sudah mengejar mimpi jadi juara dunia, segala macam. Ada harapannya itu orang dikasih makan gizi yang baik, ya kan," kata Fahri Hamzah.


Editor : Djibril Muhammad