PDIP Sebut Wahyu Setiawan Bukan Terjaring OTT tapi Ditangkap KPK

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 23:06 WIB
PDIP Sebut Wahyu Setiawan Bukan Terjaring OTT tapi Ditangkap KPK

Kantor DPP DPI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Partai Demokrasi Demokrasi (PDI) Perjuangan menyebut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penilaian itu berdasarkan temuan yang didapat Tim Hukum PDI Perjuangan.

"Penangkapan terhadap Saudara Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Syaiful Bahri tidaklah dapat dikategorikan sebagai operasi tangkap tangan karena menurut hemat kami, tidak sesuai dengan definisi 'Tertangkap Tangan' yang diatur di dalam Pasal 1 angka 19 KUHAP," tutur Tim Hukum PDI Perjuangan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

BACA JUGA:

Begini Awal Mula Wahyu Setiawan Terima Suap dari Caleg PDIP

KPK Tetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Tersangka Suap PAW Caleg PDIP

KPK Sita Mata Uang Asing Terkait OTT Komisioner KPU

Dalam pasal itu disebutkan, "tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu".

Apalagi, menurut Tim Hukum PDI Perjuangan, merujuk keterangan tertulis KPK, perbuatan yang diduga sebagai perbuatan pidana dilakukan pada pertengahan Desember 2019 dan akhir Desember 2019, sedangkan KPK menangkap Wahyu pada Rabu, 8 Januari 2020.

"Menurut pendapat kami tidak dapat dikategorikan sebagai OTT, melainkan hasil konstruksi hukum berdasarkan penyadapan dan proses penyelidikan berdasarkan Sprin Lidik yang ditandatangani Ketua KPK tanggal 20 Desember 2019 pada saat terjadinya pergantian pimpinan KPK," kata Tim Hukum PDI Perjuangan.

Sebelumnya, OTT KPK yang digelar pada Rabu, 8 Januari 2020 menjaring Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Lembaga antirasuah itu juga sudah menetapkan empat tersangka.

Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Harun Masuki dan Saeful sebagai pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Editor : Djibril Muhammad