Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa

Rizal Bomantama ยท Kamis, 26 November 2020 - 21:28:00 WIB
Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. SKB ini ditandatangi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri yang diumumkan pada Jumat (20/11/2020) di Jakarta.

"Terkait penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi yang perlu kita ingat bersama adalah keselamatan siswa yang utama dan harus terus dimonitor,"  tegas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/11/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam SKB tersebut dijelaskan kewenangan pemerintah daerah, kantor wilayah, dan kantor Kementerian Agama untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangannya masing-masing mulai semester genap 2021 di bulan Januari.

Untuk sekolah atau institusi pendidikan, sebelum diperbolehkan membuka kegiatan belajar mengajar harus memenuhi daftar periksa. Yaitu ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun pakai air mengalir atau hand sanitizer dan disinfektan. Juga harus mampu mengakses mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memilki alat pengukur suhu badan atau thermogun .

Dan satuan pendidikan harus memiliki pemetaan seluruh elemen sekolah yang mencakup kondisi kesehatan atau riwayat komorbid, risiko perjalanan pulang pergi termasuk akses transportasi yang aman, serta riwayat perjalanan dari daerah dan zona risiko tinggi dan kontak erat serta pemeriksaan rentang isolasi mandiri yang harus diselesaikan pada kasus positif covid-19. Kemudian persetujuan Komite Sekolah atau perwakilan orang tua atau wali.

"Kegiatan belajar mengajar tatap muka yang akan dimulai tahun depan, tidak berarti kegiatan belajar mengajar akan berlangsung seperti sediakala secara instan. Perlu diingat, instansi pendidikan dapat menjadi salah satu klaster penularan Covid-19 apabila tidak berpedoman pada protokol kesehatan," kata Wiku.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2