Pemerintah Buka Layanan Data Internet di Papua Barat

Antara ยท Rabu, 11 September 2019 - 18:15 WIB
Pemerintah Buka Layanan Data Internet di Papua Barat

Kementerian Komunikasi dan INformasi (Kominfo). (Foto: dok)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah membuka layanan data internet di seluruh Papua Barat hari ini Rabu (11/9/2019) pukul 16.00 WIT. Pembukaan layanan data internet dilakukan setelah melihat kondisi di 13 kabupaten/kota Papua Barat berangsur normal.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, dua kota terakhir yang dibuka data layanan internet adalah Manokwari dan Sorong.

"Akhirnya dibuka layanan data internetnya setelah mendapatkan kepastian mengenai kondusifitas kedua wilayah pada Rabu siang," ujar Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu, dalam keterangan tertulis di Jakarta.

BACA JUGA:

Kemkominfo Cabut Blokir Internet di Nabire dan Dogiyai

Pemerintah Resmi Cabut Pembatasan Internet di Papua dan Papua Barat

Kominfo Buka Akses Internet di Papua dan Papua Barat secara Bertahap

Hingga Selasa, 10 September 2019), baru 11 kabupaten yang dibuka layanan data internet secara bertahap sejak dilakukan pembatasan sejak 21 Agustus 2019. Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Sorong lebih dulu dibuka secara bertahap sejak 4 September 2019.

Sedangkan untuk wilayah Papua, pembatasan layanan data internet masih dilakukan di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Pemerintah akan terus memantau situasi dan kondisi keamanan di kedua wilayah tersebut pada 1-2 hari ke depan.

Dari 29 kabupaten/kota di wilayah Papua, sebanyak 27 kabupaten sudah menikmati kembali layanan data internet, yakni Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nabire, Jayawijaya dan Mimika.

Ferdinandus Setu memamparkan, sebaran informasi hoaks, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait isu Papua, menunjukkan tren menurun sejak 31 Agustus 2019 setelah puncaknya pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah url mencapai 72.500.

Distribusi hoaks terus menurun, 42 ribu url pada 31 Agustus 2019, 19 ribu url pada 1 September 2019), lalu menurun menjadi 6.060 url hoaks dan hasutan pada 6 September 2019.

Secara terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kondisi Papua sudah
kondusif dari perspektif keamanan. "Sudah kondusif, makanya kalau melihat dari keamanan, kita bukan hanya melihat perspektif lapangan," katanya.


Editor : Djibril Muhammad