Pemerintah Sebut Penambahan Provinsi di Papua Bisa Terwujud

Aditya Pratama ยท Sabtu, 14 September 2019 - 00:21 WIB
Pemerintah Sebut Penambahan Provinsi di Papua Bisa Terwujud

Menko Polhukam Wiranto (tengah) d Kemenko Polhukam, Jakarta. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut penambahan provinsi di Papua bisa terjadi. Penambahan tersebut, sesuai dengan regulasi yang ada yakni Papua bisa memiliki empat provinsi.

Penambahan provinsi Papua mengemuka setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Salah satu permintaan tokoh Papua adalah penambahan provinsi di Bumi Cendrawasih.

"Adanya permintaan untuk membangun kembali tambahan provinsi. Presiden langsung mengiyakan, karena memang UU ini yang sudah ada, mengisyaratkan bahwa Papua dan Papua Barat itu harus ada empat provinsi," ujar Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).

BACA JUGA:

Sempat Dibatasi, Layanan Data Internet di Seluruh Papua Barat Kembali Dibuka

Soal Istana Papua, Biaya Pembangunan Akan 2 Kali Lipat dari Jakarta

Presiden Jokowi Janji 1.000 Sarjana Papua Jadi Pegawai BUMN dan Swasta Besar

"Sekarang baru dua, sehingga tinggal menambah dua provinsi lagi, sesuai dengan keinginan masyarakat Papua dan Papua Barat," ujar mantan Panglima ABRI ini.

Namun, Wiranto tidak menjelaskan secara rinci mengenai regulasi untuk mengakomodir permintaan tokoh dari Papua tersebut. "Di mana dan bagaimana tentang caranya kita belum, tapi presiden sudah menginstruksikan untuk mengiyakan dan akan menambah dua provinsi di Papua dan Papua barat," katanya.

Dalam pertemuan 61 tokoh Papua itu, Jokowi didampingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan serta Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Selain itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Kepala BIN Budi Gunawan mengatakan, 61 tokoh yang hadir merupakan representasi dan mewakili komponen tokoh dari adat, gereja, organisasi, akademisi mahasiswa, wanita dan pemuda.

"Para tokoh ini telah hadir di Jakarta sejak 8 September yang lalu ini dapat menyampaikan aspirasi yang sangat dalam yang terkait bagaimana memajukan Papua dan meningkatkan kesejahteraannya menjadi lebih baik dalam bingkai NKRI," ujar Budi Gunawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019).


Editor : Djibril Muhammad