Penanganan Suap Pengadaan Pesawat Garuda, KPK Dapat Dukungan Internasional

Riezky Maulana ยท Senin, 10 Februari 2020 - 12:15 WIB
Penanganan Suap Pengadaan Pesawat Garuda, KPK Dapat Dukungan Internasional

Kantor KPK di Jakarta (ilustrasi). (Foto:Antara)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai saat ini masih terus menangani kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus dan Rolls-Royce pada PT Garuda Indonesia. Penanganan kasus tersebut oleh lembaga antirasuah itu ternyata mendapatkan dukungan tambahan dari internasional.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, dukungan itu berupa kesepakatan penuntutan yang ditangguhkan atau deferred prosecution agreement (DPA) antara Serious Fraud Office (SFO) dengan Airbus SE. “Berdasarkan kesepakatan DPA ini, SFO bersedia menunda proses penuntutan pidana terhadap Airbus SE,” kata Ali di Jakarta, Senin (10/2/2020).

“Syaratnya, Airbus SE bersedia bekerja sama penuh dengan penegak hukum dalam mengakui perbuatan, membayar denda, dan melakukan program reformasi dan tata kelola perusahaan,” ungkapnya.

Dia menuturkan, Airbus SE bersedia membayar denda sejumlah 991 juta Euro kepada Pemerintah Inggris. Jumlah tersebut adalah bagian dari kesepakatan global sebesar 3,6 miliar Euro. “Akan dibayarkan Airbus SE juga kepada tiga pemerintahan negara, yaitu Pemerintah Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat,” tuturnya.

Ali menjelaskan, kesepakatan DPA adalah hasil dari penyidikan yang dilakukan SFO terhadap dugaan pemberian suap yang dilakukan oleh Airbus SE kepada pejabat-pejabat yang ada di lima yurisdiksi. Lima yurisdiksi tersebut adalah Indonesia, Sri Lanka, Malaysia, Taiwan, dan Ghana dalam rentang tahun 2011 sampai 2015.

“Di Indonesia sendiri, penyidikan yang dilakukan SFO sejalan dengan proses penanganan perkara Garuda yang dilakukan KPK. KPK yakin DPA akan memperkuat alat bukti dalam penyidikan dan penuntutan perkara,” ucapnya.

Ali menuturkan, dalam dokumen Keputusan yang Disetujui dan Pernyataan Fakta yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari DPA, terdapat uraian fakta terkait dugaan pemberian suap kepada Pejabat PT Garuda Indonesia yang juga sudah ditemukan oleh KPK.

“Fakta tersebut sudah sejalan dengan fakta-fakta yang ditemukan pada penanganan perkara Garuda oleh KPK. Saat ini terdakwa Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo sedang menjalani proses persidangan. Sedangkan tersangka eks Direktur Teknik PT. Garuda Indonesia Tahun 2007-2012 Hadinoto Soedigno (HDS) masih dalam proses penyidikan,” kata dia.

Menurut Ali, KPK sangat mengapresiasi SFO dan penegak hukum lainnya di Inggris atas kesepakatan ini. Sejak awal dalam penanganan perkara dugaan suap tersebut, KPK telah bekerja sama dengan otoritas penegak hukum di beberapa negara terkait, di antaranya SFO Inggris dan CPIB Singapura.

Dalam kasus ini, mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, didakwa oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menerima suap puluhan miliar rupiah dari mantan Dirut PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo. Suap itu dalam bentuk mata uang rupiah dan beberapa mata uang asing. Jika dikonversikan total nominalnya ke rupiah, uang yang diterima Emir setara dengan Rp46,3 miliar.

Editor : Ahmad Islamy Jamil