Pengamat Intelijen: Kritik ICW terhadap BIN terkait Djoko Tjandra Tidak Tepat

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 18:35 WIB
Pengamat Intelijen: Kritik ICW terhadap BIN terkait Djoko Tjandra Tidak Tepat

Kritik ICW terhadap BIN soal Djoko Tjandra dianggap salah alamat dan tidak berdasar. (Foto: ilustrasi/BIN).

JAKARTA, iNews.id – Kritik Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap Badan Intelijen Negara (BIN) terkait buron kasus korupsi Djoko Tjandra dinilai tidak tepat. Kritik tersebut justru janggal mengingat BIN bukan lembaga penegak hukum.

Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta mengatakan, selain bukan lembaga hukum, BIN tidak mempunyai kewenangan penegakan hukum. BIN merupakan lembaga negara dengan single client dan end user Presiden yang bertugas untuk deteksi dan cegah dini ancaman negara.

“Jika dikembalikan kepada konteks kritikan ICW, maka lebih tepat jika dalam kasus Djoko Tjandra suara kritik dialamatkan kepada lembaga yang sedang menangani kasus Djoko Tjandra yaitu Kejaksaan Agung,” kata Riyanta, Kamis (30/7/2020).

Selain itu, kata dia, kritikan juga mestinya kepada otoritas yang mempunyai kewenangan soal keluar masuk orang dari dan ke negara lain yaitu Imigrasi. Selain itu yang patut disoroti yakni adanya oknum dari Bareskrim Polri yang membantu pelarian dan persembunyian Djoko Tjandra.

Riyanta menjelaskan, terkait kebutuhan untuk mendeteksi keberadaan Djoko Tjandra di luar negeri, permintaan bantuan kepada BIN sangat wajar. Kendati demikian, tetap harus sesuai dengan kaidah dan fungsi BIN yang mempunyai single cliet dan end user Presiden. Karena itu, salah alamat jika kasus Djoko Tjandra ini permasalahannya ditimpakan kepada Kepala BIN.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana sebelumnya mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mengevaluasi kinerja Kepala BIN Budi Gunawan karena dinilai gagal mendeteksi buron Djoko Tjandra. Evaluasi itu karena Djoko Tjandra bebas masuk ke Indonesia.

Menurut Riyanta, kritik ICW yang mengarah kepada Kepala BIN secara personal patut dicurigai mempunyai agenda tersembunyi.

Jika ingin tegak lurus menunjukkan kepedulian terhadap kasus Djoko Tjandra, ICW seharusnya bersikap kritis kepada lembaga yang berhubungan langsung dengan penanganan kasus buron kasus cessie Bank Bali itu dan pihak-pihak lain yang diduga atau sudah terbukti membantu pelarian dan persembunyiannya.

“Dalam iklim demokrasi saat ini tentu kritik sangat diperlukan untuk membangun negara menjadi baik lagi. Namun, kritik yang disampaikan tetap harus sesuai konteks permasalahan dan jernih dalam bersuara tanpa disertai motif-motif lain yang bisa menjadi bias kritik,” ucapnya.

Editor : Zen Teguh