Penuh Drama, Begini Kisah Penangkapan Setnov menurut Penyidik KPK

Okezone ยท Senin, 07 Mei 2018 - 18:57 WIB
Penuh Drama, Begini Kisah Penangkapan Setnov menurut Penyidik KPK

Penyidik KPK Rizka Anung Nata Memberi Kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta (foto: Arie DS/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Penyidik K‎omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rizka Anung Nata menceritakan proses penangkapan Setya Novanto yang penuh drama. Awalnya, Setnov mangkir dalam sejumlah panggilan pemeriksaan penyidik KPK‎ hingga dia harus dijemput paksa.

Rizka Anung dihadirkan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK dalam sidang dugaan merintangi atau menghalangi proses penyidikan yang menyeret Setya Novanto (Setnov) untuk terdakwa Fredrich Yunadi. Dalam kesaksiannya, Rizka membeberkan kronologi penangkapan mantan Ketua DPR itu.

"Alasan dijemput paksa karena ini perkara (Setya Novanto) cukup jadi perhatian, proses penyidikan harus profesional dan cepat. Kami lihat enggak ada iktikad baik, perkara Anang (Anang Sugiana Sudihardjo, Dirut PT Quadra Solutions) berkali-kali tidak hadir banyak alasan, berlanjut ketika jadi tersangka," kata Rizka di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018).

Namun, penyidik gagal menemukan Setnov saat menyambangi kediaman mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu. ‎Penyidik hanya bertemu dengan istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor dan kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi.

Penyidik pun sempat meminta agar Deisti Astriani Tagor dan Fredrich Yunadi memberikan informasi terkait keberadaan Setnov.

"Pada tanggal 15, itu tengah malam, enggak berhasil menemukan Setya Novanto di rumahnya, kami kembali ke kantor untuk evaluasi, istirahat," ujarnya.

Berlanjut keesokan harinya, kata Rizka, tim penyidik mendapatkan ‎informasi bahwa Setnov akan menyerahkan diri ke KPK. Rizka dan penyidik lainnya yang melakukan pencarian, ditarik kembali ke markas antirasuah untuk menunggu kedatangan Setnov.

"Kami tunggu beliau, tapi deadline 19.00 WIB sampai ke KPK, tapi kami tunggu enggak hadir," ucapnya.

Tak lama, penyidik mendapatkan informasi dari media televisi‎, bahwa Setnov mengalami kecelakaan dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Tim penyidik menerjunkan tim pendukung untuk melakukan pengecekan.

Menurut Rizka, setelah mendapat kepastian informasi‎, tim pun menuju ke RS Medika Permata Hijau Jakarta. Setibanya di RS Medika Permata Hijau, tim langsung menyebar untuk mengamankan situasi.

"Keseluruhan penyidik yang datang 15 sampai 20 orang, yang masuk hanya lima orang dengan tim recording," terangnya.

Namun, penyidik sempat mengalami hambatan saat akan melakukan pengecekan Setnov. Kata Rizka, pihak rumah sakit mengusir penyidik untuk keluar. ‎Penyidik tetap kekeuh berada di ruangan Setnov.

"Saya dan tim sempat bersitegang dengan pihak rumah sakit, suara cukup tinggi, perawat lihat dianggap sebagai pengganggu, Pak Damanik (penyidik senior) bilang jangan emosi," atanya.

Dia menjelaskan, tidak ada niat menggangu. "Kami menjalankan tugas, tapi Fredrich Yunadi minta kami keluar, kami jelaskan yang sama, kami tetap disuruh keluar," katanya.

Rizka menjelaskan, KPK menerjunkan beberapa tim untuk bergantian menjaga Setnov di rumah sakit. Hingga akhirnya, setelah mendapatkan hasil observasi, Setnov dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan pengawalan ketat.

Editor : Azhar Azis