Pesan Jokowi ke Pansel, Pimpinan KPK Harus Miliki Kemampuan Manajerial Kuat

Antara ยท Senin, 17 Juni 2019 - 12:22 WIB
Pesan Jokowi ke Pansel, Pimpinan KPK Harus Miliki Kemampuan Manajerial Kuat

Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023 bertemu Presiden Jokowi di Istana, Jakarta, Senin (17/6/2019). (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023 bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Jakarta, Senin (17/6/2019). Pada kesempatan itu Jokowi mengingatkan pentingnya peran pimpinan KPK.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih mengatakan, dalam pertemuan tesebut Jokowi juga mengingatkan, pimpinan KPK harus memiliki kemampuan manajerial yang kuat. Namun Jokowi menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pansel.

"Kami juga membahas berbagai permasalahan yang ada di dalam dinamika pemberantasan dan pencegahan korupsi selama empat tahun ini. Presiden sangat memahami dan mengikuti dinamika yang ada," ujar Yenti usai bertemu Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Dia menambahkan, dalam mencari capim KPK yang diharapkan, pansel bertemu dengan para pimpinan lembaga penegak hukum. Mulai dari pimpinan Polri, KPK, Kejaksaan Agung (Kejagung). Kemudian Badan Intelijen Negara (BIN), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

BACA JUGA:

Pansel Minta KPK Telusuri Rekam Jejak Calon Pimpinan KPK

Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Tolak Pansel Capim KPK Bentukan Jokowi

"Hari ini kami juga akan bertemu dengan Mahkamah Agung (MA) supaya meminta ketua MA men-tracking, agar mencari mungkin calon itu mengajukan kasasi atau tidak di MA. Jangan sampai seperti tahapan yang lalu ternyata sudah tahap-tahap akhir dia adalah tersangka," katanya.

Pada kesempatan yang sama anggota Pansel Capim KPK Diani Sadia mengungkapkan, tidak mudah mencari orang dengan kemampuan manajerial yang baik. Mencari orang dengan kemampuan itu menjadi tantangan bagi pansel.

"Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi kami di pansel untuk mencari, tidak saja yang menguasai teknik investigasi, tapi juga membangun sistem yang baik, transparan dan manajerial skill yang sangat membantu. Khususnya di pencegahan karena kita sudah punya strategi nasional pencegahan korupsi dan ini yang harus kita lakukan bersama," ungkap Diani.


Editor : Kurnia Illahi