Pimpinan KPK Dapat Hadiah Jamu Antidiare dari Ray Rangkuti

Antara, Riezky Maulana ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 14:13 WIB
Pimpinan KPK Dapat Hadiah Jamu Antidiare dari Ray Rangkuti

Ray Rangkuti dan kawan-kawan menyerahkan jamu antimencret untuk pimpinan KPK di Jakarta, Rabu (15/1/2020). (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Sejumlah pegiat antikorupsi hari ini mengirimkan jamu antidiare kepada para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jamu itu mereka serahkan langsung di Gedung KPK, Jakarta.

“Hari ini kami menyerahkan jamu antidiare kepada komisioner KPK, dengan harapan tentu saja jamu ini pertama membuat komisioner KPK tidak terkena sakit diare selama musim banjir dan musim penghujan,” ucap salah satu aktivis yang hadir, Ray Rangkuti, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Direktur eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) itu menuturkan, jamu antidiare juga diberikan agar para komisioner KPK tetap bisa mengusut kasus-kasus yang sedang diproses KPK saat ini. “Bisa jadi karena masalah yang dihadapi oleh KPK di masa mendatang terlihat lebih banyak. Kedua, komisioner KPK juga tidak mengalami sakit diare karena menyusul OTT KPK yang baru saja dilaksanakan,” kata Ray.

Dia pun menyinggung proses penggeledahan di salah satu kantor partai politik terkait kasus yang menjerat eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. “Sejauh ini, kita tunggu langkah tegas KPK karena kita ketahui KPK baru melakukan penggeledahan di satu ruangan (dalam kasus Wahyu),” ujarnya.

“Sementara dalam langkah KPK yang sudah sama-sama kita ketahui, ada rencana juga melakukan penyegelan terhadap salah satu kantor partai politik yang sampai sekarang kita tidak tahu, kapan penyegelan ini dilakukan,” kata Ray.

Selain kasus suap terhadap Wahyu Setiawan, Ray juga menyinggung kasus korupsi besar lainnya seperti Jiwasraya, Asabri, Century, dan BLBI. “Kasus-kasus besar ini kalau ditotal bisa sampai puluhan triliun (rupiah) kerugian negaranya, karena mengingat menjerat nama kepentingan juga jangan sampai komisioner KPK sakit diare mendengarkan jumlah yang besar ini,” tuturnya.

Turut menemani Ray beberapa aktivis lain seperti Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI), Jerry Sumampow; Manajer Riset Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Badi’ul Hadi; perwakilan Komite Independen Pemantau Pemilu Indonesia, Kaka Suminta, dan; analis Politik Exposit Strategic, Arif Susanto.

Dalam kedatangannya, mereka juga menunjukkan kertas yang bertuliskan “Negara sehat tanpa diare tanpa korupsi” dan “KPK jangan mencret tangani korupsi”. Mereka juga terlihat membawa kotak bertuliskan “Jamu antidiare untuk KPK”.

“Nanti jamu ini akan kami masukkan dalam kotak. Kotak ini nanti hanya bisa disampaikan oleh dua orang. Dua orang ini nanti akan menyampaikannya mungkin melalui resepsionis. Tentu saja kami berharap resepsionisnya bisa menyampaikan kepada komisioner KPK,” ujar Ray.

Editor : Ahmad Islamy Jamil