PKB Jadikan Imlek Momentum untuk Wujudkan Persamaan dan Tolak Diskriminasi

Abdul Rochim ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 07:30:00 WIB
PKB Jadikan Imlek Momentum untuk Wujudkan Persamaan dan Tolak Diskriminasi
Perayaan Imlek 2571/2020 yang digelar DPP PKB di Jakarta, Rabu (22/1/2020). (Foto: iNews.id/Abdul Rochim).

JAKARTA, iNews.id - Perayaan Imlek 2571/2020 menjadi momentum istimewa bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Imlek bukan hanya pengakuan, namun juga bagian utuh dari perjuangan partai yang didirikan para ulama dan tokoh bangsa ini.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Ida Fauziyah menegaskan, Imlek harus dimaknai sebagai persatuan dalam keragaman. Tahun Baru kalender Tionghoa ini juga memancarkan semangat bahwa semua orang sama di depan hukum.

"Bahwa tidak boleh ada diskriminasi di Bumi Pertiwi ini. Bagi PKB, Imlek peringatan untuk selalu mewujudkan persamaan, mewujudkan keadilan dan menolak diskriminasi," ujar Ida di acara Refleksi Imlek 2020 PKB di Season City, Jakarta, Rabu malam (22/1/2020).

Menteri Ketenagakerjaan ini mengatakan, semangat tersebut menjadi landasan bagi PKB sebagai partai politik yang tidak pernah absen untuk menyambut Imlek. Perayaan ini sekaligus menjadi cara bagi PKB untuk mengenang tokoh NU sekaligus Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Kita tidak bisa menolak bahwa pencetus Imlek adalah Gus Dur," ujarnya.

BACA JUGA: Perayaan Imlek, Menag Fachrul Razi Bagikan Angpao di Jakarta Utara

Ida mengingatkan, pada era Orde Baru di bawah kepemimpiman Presiden Soeharto, masyarakat Tionghoa dilarang merayakan Imlek secara terbuka. Larangan itu tertuang pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China.

Saat menjadi Presiden, Gus Dur yang mencabut inpres tersebut karena dinilai bertentangan dengan UUD 1945. Sejak saat itu warga Tionghoa bebas melaksanakan Imlek dan Cap Go Meh secara terbuka.

Melalui momentum Imlek, kata Ida, PKB akan terus melanjutkan perjuangan Gus Dur melalui PKB, dan memastikan bahwa Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika akan tetap kokoh di bumi Indonesia.

"PKB akan menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa politik kebangsaan tetap menjadi jalan politik Indonesia. Sejak awal didirikan PKB bisa menjadi kekuatan utama yang melindungi ideologi Pancasila, termasuk melindungi hak sosial, politik, ekonomi warga Tionghoa," tuturnya.

Ketua DPP PKB Daniel Johan menambahjab, Imlek bagi PKB menjadi bagian utuh karena PKB memiliki jalinan historis yang kuat. Tanpa Gus Dur, kata dia, warga Tionghoa tidak bisa merayakan Imlek secara terbuka seperti sekarang ini.

”Dan Imlek bukan hanya untuk memperkuat bersaudaraan bagi PKB, tapi juga menolak diskriminasi," tutur politikus yang berasal dari etnis Tionghoa ini.

Karena itu, kata Daniel Johan, PKB akan terus memperjuangkan persamaan bahwa semua warga negara mempunya hak yang sama di hadapan hukum dan itu menjadi hal yang penting dari setiap perayaan Imlek.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid dan ribuan warga Tionghoa.

Editor : Zen Teguh