Polisi Periksa Pemilik Bangunan Roboh di Slipi, Inisial BB

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 07 Januari 2020 - 11:37:00 WIB
Polisi Periksa Pemilik Bangunan Roboh di Slipi, Inisial BB
Polres Jakarta Barat memeriksa pemilik bangunan roboh di Slipi, Selasa (7/1/2020). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Polisi memeriksa pemilik bangunan roboh di Jalan Kota Bambu Selatan I Blok Tali Nomor 15, RT 2/RW 9, Palmerah, Jakarta Barat hari ini. Bangunan tersebut roboh pada Senin, 6 Januari 2020.

Pemilik bangunan diketahui berinisial BB berusia 59 tahun. Pemeriksaan terhadap BB baru bisa dilakukan hari ini karena sebelumnya yang bersangkutan masih berada di Batam.

"Yang bersangkutan langsung ke Polres Jakarta Barat," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/1/2020).

BACA JUGA:

Korban Bangunan Roboh di Slipi Alami Patah Tulang dan Memar

Kondisi Tak Layak, Bangunan Roboh di Slipi Akan Diruntuhkan

Dugaan Sementara, Bangunan Roboh di Slipi karena Berusia Lama

Polisi, menurut dia, sedang menggali perawatan dan perizinan bangunan tersebut. Sejauh ini, polisi baru memeriksa lima karyawan minimarket Alfamart yang ada di dalam lantai dasar bangunan saat kejadian.

Teuku meminta bersabar sampai pemeriksaan rampung. "Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak Polres termasuk perizinan yang dimiliki," katanya.

Sebelumnya, Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama mengatakan, segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menganalisis kondisi bangunan. "Kita akan assessment berikutnya dari PU," ujar Budi di lokasi, Senin (6/1/2020).

Dia menuturkan, saat ini pengamanan lokasi telah dilakukan dengan memasang garis polisi. Masyarakat diharapkan tidak terlalu dekat dari lokasi.

"Kita sudah hitung tadi. Ini area aman, jangan mendekat lagi ke garis polisi. Kalau runtuh pun kita harus hati-hati semua," ucapnya.

Menurutnya, bangunan roboh selain berusia lama juga karena kondisi bangunan terlalu banyak menyerap air hujan. " Air terlalu banyak yang menggenang dan masuk ke dalam dinding bangunan," katanya.

Editor : Djibril Muhammad

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda