Polisi Telusuri Jejak Sidik Jari Pelaku Teror Bom Rumah Pimpinan KPK

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 12 Januari 2019 - 08:45 WIB
Polisi Telusuri Jejak Sidik Jari Pelaku Teror Bom Rumah Pimpinan KPK

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif. (Foto: Antara/dok).

JAKARTA, iNews.id - Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polri terus menelusuri pelaku pelempar teror bom di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya selain telah malakukan analisa CDR juga telah memeriksa 12 orang saksi dalam kasus pelemparan bom tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melakukan analisa sidik jari pada botol bom molotov tersebut.

"Penyelidikan juga analisa sidik jari yang ditemukan di botol. Dan sisa-sisa botol itu akan dianalisa kembali apakah ada sidik jari yang bisa muncul," katanya di Mabes Polri, Jumat (11/1/2019).

BACA JUGA:

Identifikasi Pelaku Teror Bom Rumah Ketua KPK, Polri Buat Sketsa Wajah
Polri Pastikan Teror di Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo Pakai Bom Palsu
Laode Berharap Teror Bom ke Pimpinan KPK Diusut Tuntas

Mantan Kasubbagmin Set Rodalpers SDE SDM Polri ini mengatakan, pelacakan sidik jari akan dilakukan untuk mengetahui sidik jari siapa saja yang ada pada botol tersebut.

"Kemudian dari sidik jari tersebut akan diidentifikasi siapa-siapa aja yang pernah memegang botol itu. Kalau ciri ciri sidik jarinya orang tersebut memiliki e-KTP itu langsung terkoneksi. Orang itu pasti langsung berhasil diidentifikasi oleh inafis," ujar Dedi.

Tidak hanya memeriksa 12 saksi, mantan Kapolres Lumajang ini mengaku, pihaknya akan meminta keterangan ahli. "Nanti akan ada saksi ahli ITE yang nanti juga akan kita minta untuk membuat suatu analisa terhadap CDR. CCTV ini akan kita lihat ahlinya," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) guna melacak riwayat komunikasi selama kurang lebih satu minggu ini.

"Nanti kita akan bekerja sama dengan Kominfo bekerja sama dengan provider. Siapa yang berkomunikasi dalam satu minggu di areal itu, yang sangat intens. Itu akan kita analisa juga," ujar Dedi menegaskan.


Editor : Tuty Ocktaviany