Polisi Ungkap 15 Akun Provokatif di Medsos terkait Hasil Quick Count

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 18 April 2019 - 14:06 WIB
Polisi Ungkap 15 Akun Provokatif di Medsos terkait Hasil Quick Count

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Polisi mencatat sebanyak 15 akun di media sosial (medsos) menyebarkan konten provokatif untuk melakukan kerusuhan. Akun tersebut teridentifikasi setelah polisi melakukan patroli siber sejak tadi malam sampai Kamis (18/4/2019) pukul 08.00 WIB.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dalam narasi konten tersebut mengajak kepada masyarakat untuk melakukan aksi menyikapi hasil quick count Pemilu 17 April 2019.

"Sebagai reaksi dari hasil quick count, banyak sekali video beredar viral di Youtube, Instagram, Twitter dan WhatsApp," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Dia menuturkan, Siber Polri sejak pukul 21.00-08.00 WIB akan melakukan dua langkah terhadap akun penyebar konten. Langkah pertama preemtif dengan melakukan berkomunikasi langsung dengan pihak Kominfo serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk meminta take down akun provokatif tersebut.

Langkah kedua sebelum penegakan hukum akan melakukan profiling dan identifikasi akun tersebut. Apabila berhasil diidentifikasi dan diinformasikan ke Kominfo selanjutnya penegakan hukum sebagai langkah terakhir dalam rangka memitigasi terhadap akun yang terus menyebar konten provokatif.

"Saya akan tanya update ke Direktorat Siber sudah ada penegakan hukum atau belum. Terus dilakukan koordinasi dengan Kominfo untuk take down dan profiling dan hidden akun tersebut," ucapnya.

Dia meminta masyarakat tetap tenang dan bijak. Masyarakat jangan langsung percaya terhadap konten yang disebar akun medsos, apalagi anoninus. Masyarakat yang mendapat konten provokatif diminta segera menginformasikan ke polisi terdekat atau sudah ada dari Kominfo aplikasi mengecek konten hoaks.

Penyebar konten provokatif dan pembuat gaduh di medsos terancam dijerat Undang-Undang 1 tahun 1946 bisa juga pasal 16, pasal 17 bisa juga UU ITE ada pasal 28, 45 (a) dan sebagainya.
"Ancamam kalau onar sesuai UU 1/46 di ITE ancamannya di bawah empat tahun itu tergantung kontruksi hukum yang ditemukan penyidik," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi