Polri Bekuk Eks Napi Teroris Algojo ISIS di Suriah, Ini Jejak Aksinya

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 11 Februari 2019 - 17:33 WIB
Polri Bekuk Eks Napi Teroris Algojo ISIS di Suriah, Ini Jejak Aksinya

Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedy Prasetyo saat merilis penangkapan eks napi teroris yang juga algojo ISIS di Suriah, Harry Kuncoro di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/2/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri menangkap satu tersangkas atas nama Harry Kuncoro (HK), salah satu dedengkot teroris yang diduga menjadi aktor yang mempunyai akses antarnegara dan menguasai jaringan seluruh wilayah di Asia.

Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedy Prasetyo mengatakan, keterlibatan HK dalam kasus teror di Indonesia cukup panjang. HK sudah eksis dari aksi teror Kelompok Jamaah Islamiyah zamannya Nurdin M Top. HK diketahui juga sudah keluar masuk tahanan dua kali terkait dengan kelompok Nurdin M Top dan dari Azhari.

"Setelah keluar dari tahanan tersangka adalah aktor sangat penting di Indonesia saat ini karena tersangka punya hubungan langsung ke luar. Kontak person di Suriah Abu Wahid, di organisasi ISIS, di Suriah dia sangat aktif sebagai salah satu algojo ISIS di Suriah," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/2/2019).

BACA JUGA:

Identifikasi Pelaku Bom Gereja, Densus 88 dan BIN Terbang ke Filipina

Bantu Identifikasi Pelaku Bom Gereja, RI Kirim Petugas ke Filipina

Pengamat: Terlalu Dini Menyebut Pelaku Pengeboman Gereja Filipina WNI

Dedi menjelaskan, Abdul Wahid sudah tewas pada 29 Januari 2019. Meski begitu, komunikasinya yang intens dengan HK, membuat Abdul Wahid menyarankan HK untuk segera bergabung ke Suriah. Bahkan dia juga membiayai warga negara Indonesia (WNI) yang ingin berangkat ke Suriah.

"Dengan transfer uang Rp30 juta untuk kepengurusan dokumentasi keberangkatan temasuk tiket, saudara HK selain intens dengan Abdul Wahid, juga dengan kelompok di Suriah punya komunikasi cukup baik," ujarnya.

Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedy Prasetyo saat merilis penangkapan eks napi teroris yang juga algojo ISIS di Suriah, Harry Kuncoro di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/2/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

Dedy menjelaskan, tersangka HK, alias Wahyu Nugroho alias Uceng memiliki lebih dari satu nama karena untuk membuat paspor sebagai identitas paspor palsu dengan tujuan untuk berangkat ke Suriah melalui Iran. Polisi kemudian menangkap HK di Bandara Sekarno Hatta pada Kamis, 3 Januari 2019.

"Kenapa baru diungkap setelah satu bulan karena memang proses investigasi butuh penguatan alat bukti lainnya untuk mentersangkakan HK," katanya.

Saat ini HK ditahan Densus 88 dan masih terus dilakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap jaringan teroris di Indonesia dan luar negeri, khususnya di Suriah.

"HK disangkakan Pasal 12 A ayat 1 UU 5/2018 tentang tindak pidana teror, Pasal 15 jo Pasal 7 UU 15 Tahun 2003. HK juga dikenakan Pasal 13 huruf c uu 15/2003 karena yang bersangkutan melakukan pemalsuan dokumen dikenakan Pasal 263 KUHP," ujarnya.

Rekam jejek HK tercatat diberbagai kelompok teroris. Dia pernah bergabung dalam kelompok Taliban Afganistan. Di Indonesia, HK juga tercatat dalam sejumlah aksi teror di beberapa wilayah antara lain di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan serangan di Juli 2018 di Yogyakarta.


Editor : Djibril Muhammad