Prabowo Akui Tak Pantas Menjadi Imam Salat

Felldy Utama · Selasa, 18 Desember 2018 - 04:01:00 WIB
Prabowo Akui Tak Pantas Menjadi Imam Salat
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. (Foto: iNews,id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto heran dirinya kerap dijadikan sasaran isu yang tak bertanggung jawab, mulai pendukung Islam garis keras hingga zionis. Dia juga heran karena dianggap tak bisa menjadi imam salat.

Prabowo menuturkan, upaya-upaya untuk mencari kesalahan dirinya dalam pertarungan Pilpres 2019 ini semakin sering.

"Suatu hari saya dituduh Islam garis keras, besoknya saya dituduh zionis. Yang mana? Gue juga bingung nih," kata Prabowo dalam acara konferensi nasional Partai Gerindra di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Senin, (17/12/2018).

Prabowo juga heran karena baru-baru ini dituduh keislamannya kurang karena dianggap tidak bisa menjadi imam salat. Soal tuduhan ini, Prabowo sadar diri jika dirinya belum pantas untuk memimpin salat.

"Saya enggak bisa jadi imam salat, katanya. Ya, saya merasa tahu diri, betul? Yang jadi imam harus orang yang lebih tinggi ilmunya. Saya enggak takut mengakui, saya merasa tidak pantas jadi imam salat. Lebih baik saya mengikuti orang yang lebih tinggi ilmunya," kata mantan danjen Kopassus ini.

Prabowo menuturkan, jika merasa tidak pantas untuk menjadi imam salat, lebih baik jujur apa adanya. Bahkan, tak harus malu untuk mengakui daripada harus berbohong untuk bisa mendapatkan perhatian dari masyarakat.

"Untuk apa saya bohong, untuk apa saya pura-pura. Saya kalau enggak ngerti saya tanya ustaz, 'Pak ustaz gimana ini' beliau jelaskan," ujarnya.

Mengenai tudingan islam radikal, ketua umum DPP Partai Gerindra ini menyangkal keras dirinya mendukung. Islam, kata Prabowo, bukan lah islam yang menebar kebencian, melainkan yang selalu melindungi alam semesta.

"Buktinya waktu mereka melakukan Reuni 212, rumput aja enggak diinjek. Bahkan saudara Dahnil (Dahnil Anzar Simanjuntak) jadi tukang kebersihan," ujarnya.

Editor : Zen Teguh