Prabowo Dikritik Sering ke Luar Negeri, Dahnil: Beli Senjata Tak seperti Beli TV

Antara ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 15:25 WIB
Prabowo Dikritik Sering ke Luar Negeri, Dahnil: Beli Senjata Tak seperti Beli TV

Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga, Dahnil Anzhar Simanjuntak. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sempat melontarkan kritik kepada Prabowo Subianto yang dinilai sering ke luar negeri sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga, Dahnil Anzhar Simanjuntak membela Prabowo.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu mengatakan Prabowo sering ke luar negeri untuk memastikan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang akan dibeli Indonesia dalam kondisi baik. Dia menegaskan membeli alutsista bukan seperti membeli perabotan elektronik.

"Beli senjata itu tak seperti beli televisi. Tapi butuh 'clearance' dan kesepakatan G to G (government to government) juga," kata Dahnil di Kemenhan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

BACA JUGA: Jokowi Bela Prabowo yang Sering ke Luar Negeri

BACA JUGA: Polemik China Masuk Natuna, Prabowo: Pertahanan Butuh Investasi

Dia mengatakan meski pembelian senjata menggunakan pendekatan B to B (bussiness to bussiness) namun tetap membutuhkan sentuhan G to G karena berkaitan dengan izin dan regulasi. "Sehingga aktivitas Pak Prabowo ke luar negeri bukan sekadar diplomasi pertahanan dan menjaga hubungan baik dengan negara lain. Tapi juga terkait persenjataan," katanya.

Dahnil menegaskan kebijakan modernisasi dan penguatan alutsista harus dilakukan secara efisien, ekonomis, dan tepat guna serta memperhatikan aspek geopolitik dan geostrategis. Dia menyebut jika ada yang mengkritik Prabowo sering ke luar negeri berarti belum paham tentang tugas-tugas Menhan.

"Pak Prabowo ke luar negeri karena ada diplomasi pertahanan yang harus dilakukan. Kalau ada yang mengkritik seolah-olah Pak Prabowo sering jalan-jalan ke luar negeri berarti ada masalah dengan literasi pertahanan para politisi kita," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama