Respons Arteria, Anggota DPR Jelaskan Selipan Bahasa Daerah di Rapat Bukan Haram

Felldy Utama ยท Kamis, 20 Januari 2022 - 10:58:00 WIB
Respons Arteria, Anggota DPR Jelaskan Selipan Bahasa Daerah di Rapat Bukan Haram
Baliho besar berukuran 1,5X2 meter terpasang di Jalan Tamansari, Kota Bandung. (Foto: ISTIMEWA)

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa menyebut penggunaan bahasa daerah dalam forum rapat bukan hal yang haram. Terlebih, katanya, jika bahasa daerah yang digunakan itu hanya semacam selipan-selipan saja.

Hal ini disampaikan Ledia merespons permintaan anggota Komisi III Arteria Dahlan, yang mendorong agar seorang Kepala Kejaksaan Tinggi dicopot karena berbahasa Sunda dalam rapat.

Ledia mengakui, kewajiban berbahasa Indonesia memang tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Kewajiban ini juga dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Bahasa Indonesia.

Menurutnya memang ada ranah-ranah yang mewajibkan penggunaan Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah di ranah komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah dan swasta, serta dalam laporan setiap lembaga atau perseorangan kepada instansi pemerintahan, sebagaimana tercantum dalam pasal 33 dan 34 UU Nomor 24 Tahun 2009.

“Namun hal ini tentu tidak berarti penggunaan bahasa daerah yang hanya menjadi semacam penguat, penjelas, selipan, bukan penggunaan secara penuh sepanjang acara, menjadi haram mutlak,” kata Ledia, Kamis (20/1/2022).

Editor : Reza Fajri

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: