Respons Jokowi Dirut PLN Ditetapkan Tersangka oleh KPK

Antara ยท Rabu, 24 April 2019 - 13:48 WIB
Respons Jokowi Dirut PLN Ditetapkan Tersangka oleh KPK

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan mengomentari lebih jauh terkait penetapan tersangka Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir. Sofyan ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Jokowi ketika dikonfirmasi hanya mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada KPK. Dia meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada KPK untuk mengungkap kasus tersebut.

"Ya berikan kewenangan kepada KPK untuk menyelesaikan setiap masalah hukum yang ada, terutama dalam hal ini korupsi," ujar Jokowi usai membuka dan meninjau Pameran Dagang Kerajinan Internasional (Inacraft) 2019 di Jakarta Convention Center pada Rabu (24/4/2019).

BACA JUGA:

KPK Tetapkan Dirut PLN Sofyan Basir Tersangka Suap Proyek PLTU Riau

Dirut PLN Jadi Tersangka KPK, Begini Respons Kementerian BUMN

Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK berdasarkan pengembangan penyidikan. KPK menduga Sofyan Basir menerima janji mendapatkan bagian yang sama besar dengan Eni dan mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham jika dirinya berhasil membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU Riau-1.

"SFB (Sofyan Basir) diduga menerima janji dengan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Dugaan keterlibatan Sofyan pernah diungkap Eni Saragih di persidangan pada 11 Oktober 2018. Politikus Partai Golkar itu menyebut dirinya telah menawarkan Sofyan Basir mendapatkan jatah paling besar jika Johannes berhasil mendapatkan proyek PLTU Riau-1.


Editor : Kurnia Illahi