Rita Mengaku Tak Pernah Perawatan ke Dokter Sonia Wibisono

Richard Andika Sasamu ยท Selasa, 30 Januari 2018 - 15:49 WIB
Rita Mengaku Tak Pernah Perawatan ke Dokter Sonia Wibisono

Bupati nonaktif Rita Widyasari kembali menjalani pemeriksaan di KPK, Selasa (30/1/2018). (Foto: iNews.id/Richard Andika Sasamu)

JAKARTA, iNews.id - Tersangka kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Rita Widyasari kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bupati nonaktif Kutai Kartanegara itu dimintai keterangan terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Enggak, saya enggak pernah perawatan sama dokter Sonia," ucap Rita di teras gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (30/1/2018). Dia kemudian berlalu langsung menuju ruang pemeriksaan di lantai dua.

Sebelumnya, dokter kecantikan Sonia Wibisono pernah dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi. KPK bermaksud mengklarifikasi mencari tahu tentang penggunaan kekayaan Rita yang diduga digunakan untuk perawatan kecantikan. Namun kemudian, Sonia menyebut hanya pernah bertemu sekali dengan Rita di acara pesta sosialita.


Sebelumnya, Rita dijerat KPK dengan pasal TPPU karena diduga membeli 40 tas mewah, sepatu mewah, jam tangan dan perhiasan untuk menyamarkan uang hasil gratifikasi senilai Rp436 miliar.

Tas itu di antaranya merek Channel, Prada, Bvlgari, Hermes, Celine, dan Louis Vuitton. Selain itu, ada 19 pasang sepatu, mulai merek Gucci, Louis Vuitton, Prada, Channel, Hermes, dan merek lainnya milik Rita yang juga diamankan penyidik KPK.

Aset lain milik Rita yang disita KPK adalah tiga unit mobil merek Toyota Vellfire, Ford Everest dan Land cruiser. Dua unit apartemen di Balikpapan, juga disita. Sejumlah dokumen dan bukti transaksi rekening koran atas pembelian sejumlah tas sudah disita KPK.

Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin diduga telah menerima fee atas proyek, fee atas perizinan dan fee pengadaan barang dan jasa yang menggunakan APBD Kabupaten Kukar.

Rita dan Khairudin juga diduga menyamarkan penerimaan hasil gratifikasi itu ke dalam bentuk kendaraan, tanah, uang tunai dan bentuk lainnya. Barang dan aset tersebut diatasnamakan orang lain.

Di luar dugaan TPPU, Rita sudah disangkakan menerima suap Rp6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun yang juga menjadi tersangka. Dana tersebut dimaksudkan untuk memuluskan proses perizinan lokasi perkebunan kelapa sawit baik inti dan plasma.

Dalam delik gratifikasi di awal pengumuman tersangka, Rita bersama Khairudin disangkakan menerima USD775.000 atau setara Rp6,975 miliar. Gratifikasi tersebut terkait sejumlah proyek di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Kukar.

Editor : Zen Teguh