Rizqi Aulia Rahmi, Anak Eks Sekretaris MA Nurhadi Mangkir Panggilan KPK

Riezky Maulana ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 02:28 WIB
Rizqi Aulia Rahmi, Anak Eks Sekretaris MA Nurhadi Mangkir Panggilan KPK

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Rizqi Aulia Rahmi, anak mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mangkir panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rizqi dipanggil terkait kasus suap dan grarifikasi perkara di MA pada 2011-2016 yang menjerat Nurhadi.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, seharusnya Rizqi dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hiendra Soenjoto (HS). Namun, Ali menyebut Rizqi tak hadir memenuhi panggilan sesuai jadwal pemeriksaan.

"Penyidik belum memperoleh konfirmasi terkait ketidakhadirannya," katanya di Gedung KPK, Kamis (13/2/2020) malam.

Selain anak Nurhadi, KPK juga memanggil dua saksi dari swasta yaitu, Tania Clarissa Irawan dan Albert Christian Kairupan. Sama seperti Rizqi, keduanya juga tidak hadir dan tidak mengonfirmasi alasan ketidakhadiran kepada KPK.

"Tentunya kami melakukan upaya pemanggilan kembali terlebih dahulu sesuai peraturan hukum acara yang berlaku. Demikian juga untuk memanggil kembali yag bersangkutan karena memang tidak ada konfirmasi," ujarnya.

KPK, kata Ali, mengimbau para saksi kooperarif dalam setiap pemanggilan pemeriksaan. "Sekali lagi kami mengimbau kepada siapapun itu yang kami panggil sebagai saksi untuk perkara ini tentunya untuk dapat bersikap kooperatif," tuturnya.

KPK sebelumnya menetapkan Nurhadi sebagai tersangka suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA. Menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, juga ditetapkan tersangka. KPK juga menetapkan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto (HS) sebagai tersangka.

Nurhadi diduga menerima suap dan gratifikasi dalam pengurusan perkara di MA senilai Rp46 miliar. Suap itu berasal dari perkara perdata PT MIT. Nurhadi diduga menerima uang dari tersangka HS senilai Rp33,1 miliar.

Nurhadi juga diduga menerima uang melalui tersangka RHE dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 dengan total sekitar Rp12,9 miliar terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Editor : Djibril Muhammad