Safari Amendemen UUD 1945, Pimpinan MPR Kunjungi PBNU Besok

Felldy Utama ยท Selasa, 26 November 2019 - 21:21 WIB
Safari Amendemen UUD 1945, Pimpinan MPR Kunjungi PBNU Besok

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: dok. iNews.id).

JAKARTA, iNews.id - Pimpinan MPR akan kembali melanjutkan safari kebangsaannya seusai mengunjungi sejumlah partai politik. Para pimpinan MPR berencana mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Rabu (27/11/2019) besok.

Rencana kunjungan ini disampaikan oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) usai mengunjungi kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019) siang tadi. Kunjungan ini pun membawa agenda sama seperti sebelumnya.

"Besok kami akan mengunjungi PBNU untuk melakukan (pertemuan) yang sama," kata Bamsoet.

Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Parta Golkar ini menuturkan, dalam pertemuan dengan PBNU, pimpinan MPR ingin meminta pandangan dan masukan mengenai wacana amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945. Wacana ini telah mengisi ruang publik beberapa hari terakhir ini.

BACA JUGA: Bamsoet Paparkan 6 Wacana yang Berkembang soal Amendemen UUD 1945

"Kita ingin mendengar pendapat daripada kalangan Nahdliyin atas wacana atau atas UUD 1945 yang sedang kita jalani, apakah masih memadai atau masih perlu penyempurnaan," ucap Bamsoet. Selain PBNU, MPR juga berencana secepatnya berkunjung ke PP Muhammadiyah.

Pimpinan MPR sebelumnya mendatangi Kantor DPP Partai Nasdem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra dan PKS. Selain itu pimpinan MPR juga telah menemui sejumlah tokoh bangsa.

Pada kunjungan ke PKS, partai tersebut tegas menolak jika amendemen dilakukan sebagai upaya mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Wacana amendemen UUD 1945 harus didasarkan kepada aspirasi dan kehendak rakyat Indonesia.

”Wacana amendemen jangan hanya didasarkan oleh kepentingan elite atau kelompok tertentu saja, tetapi harus melibatkan ahli-ahli di bidangnya dan benar-benar lahir dari kehendak dan keinginan rakyat Indonesia,” kata Presiden PKS Sohibul Iman, Selasa (26/11/2019).


Editor : Zen Teguh