Saksi Sebut Masyarakat telah Beri Suara ke Caleg Perindo, tapi Tiba-Tiba Hilang

Aditya Pratama ยท Senin, 29 Juli 2019 - 18:15 WIB
Saksi Sebut Masyarakat telah Beri Suara ke Caleg Perindo, tapi Tiba-Tiba Hilang

MK kembali menggelar sidang lanjutan PHPU Pilpres 2019, Senin (29/7/2019). Salah satunya diajukan pemohon yang juga caleg Perindo Seprianus Bunai. (Foto: dok.Sindo).

JAKARTA, iNews.id - Sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yang diajukan caleg Partai Perindo, Seprianus Bunai digelar, Senin (29/7/2019). Seprianus sebagai pemohon mengajukan saksi dalam persidangan terkait hilangnya suara di Kabupaten Deiyai, Papua tersebut.

Saksi pertama yang diajukan yaitu Paulus Tobai. Dalam kesaksiannya, Tobai mengaku sebagai caleg, namun berbeda partai dengan Seprianus. Terkait hilangnya suara di Kabupaten Deyai, Paulus menyebut hal itu berawal dari rapat pleno di tingkat distrik yang beberapa kali sempat dibatalkan.

"Pleno sudah dibatalkan, saat itu TPS serahkan ke PPD langsung masuk ke kabupaten. Ketua PPD siapkan jadwal lagi tanggal 26 mengadakan pleno. Tapi (caleg) yang tidak dapat suara ribut lagi, akhirnya (pleno) tidak jadi," ucap Paulus di Sidang MK, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).

Dia mengaku telah mendapatkan informasi akan digelar pleno di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat pada 4 Mei 2019. Namun, ada hal janggal pada pleno tersebut. Bukan PPD atau panwas distrik yang memimpin pleno, tetapi dua orang lain yang tak dikenalnya. Belakangan mereka diketahui sebagai Niko Magai dan Jeki Tobai.

Dalam persidangan terpisah, Ketua KPU Deiyai Oktovianus Takimai menyebut bahwa Niko telah ditunjuk secara aklamasi untuk mewakili masyarakat kepada KPU setempat.

Sementara itu saksi lainnya, Demi Bunai menjelaskan, dari wilayah Bowabado yang masih menggunakan sistem noken, masyarakat telah membagi suara untuk dua caleg.

"Dari Marga Bunai kami berikan suara 916 kepada Seprianus Bunai (Perindo) dan dari marga yang lain 616 kepada Mergiyai Depai," ujar Demi.

Dia menegaskan, suara yang telah disampaikan masyarakat tersebut telah tercatat di Form C1. Karena itu, dirinya tidak mengetahui mengapa tiba-tiba suara bisa hilang. Merasa dirugikan atas dugaan kecurangan tersebut, Seprianus pun mendaftarkan gugatan PHPU Pemilu 2019 ke MK.


Editor : Zen Teguh