Sandiaga Uno Sarankan Audit Forensik di Kasus Jiwasraya dan Asabri

Antara ยท Minggu, 19 Januari 2020 - 07:51 WIB
Sandiaga Uno Sarankan Audit Forensik di Kasus Jiwasraya dan Asabri

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno menyarankan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan audit forensik terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Jiwasraya (Persero). Audit yang sama juga disarankan dilakukan terhadap PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

"Harus dilakukan audit investigatif atau mungkin forensic audit untuk memastikan ke mana larinya investasi-investasi ini sehingga bisa me-recovery nilai-nilai investasi yang sudah akhirnya mengorbankan jutaan nasabah dan pensiunan TNI dan Polri," ujarnya usai acara pelantikan PB Esports di Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

BACA JUGA:

Kasus Jiwasraya, Direktur Hanson Adnan Tabrani Dicecar 9 Pertanyaan

Kasus Jiwasraya, Kejagung Geledah Kantor PT Trada Alam Minera dan PT Maxima Integra Investama

Kapolri Perintahkan Kabareskrim Bentuk Tim Gabungan Tangani Kasus Dugaan Korupsi Asabri

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta pemerintah menindak tegas dalam mengusut tuntas perkara kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi dua perusahaan tersebut sehingga dapat mengganti kerugian nasabah.

Selain upaya penegakan hukum, pemerintah juga dinilainya perlu memikirkan dampak dari segi bisnis terutama soal pemulihan keuangan perusahaan.

"Harus dipisahkan penanganan hukum yang sekarang sudah dilakukan dengan cepat. Sekarang adalah dari segi aspek bisnisnya, bagaimana pemulihan, terutama Jiwasraya dan ASABRI dan sektor keuangan secara keseluruhan," katanya.

Sandiaga menambahkan, pihaknya mendukung agar upaya pemulihan keuangan itu segera dilakukan demi mengganti kerugian para nasabah yang terdampak.

"Isu pertama adalah memisahkan mana portofolio yang masih baik dan yang sudah rusak dan yang masih baik ini dikelola dengan profesional, ditunjuk manajemen barunya agar dua institusi keuangan kebanggaan kita ini bisa bangkit kembali," tuturnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam penyidikan kasus ini.

Kelimanya adalah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan.

 


Editor : Djibril Muhammad