Santripreneur 2019, Pemulung Ini Bikin Motor Harley Hanya dalam 3 Menit

iNews.id ยท Jumat, 23 Agustus 2019 - 06:00 WIB
Santripreneur 2019, Pemulung Ini Bikin Motor Harley Hanya dalam 3 Menit

M Taufiq Saguanto (tengah) menjadi narasumber di Expo Santripreneur Lintas Agama 2019 yang digelar di Discovery Shopping Mall Kuta, Bali, Kamis (22/8/2019). (Foto: Istimewa)

BALI, iNews.id - Expo Santripreneur Lintas Agama 2019 yang digelar di Discovery Shopping Mall Kuta, Bali, Kamis (22/8/2019) menginjak hari kedua dan masih dipadati pengunjung. Pasalnya, panitia penyelenggara menghadirkan dua narasumber. Salah satunya adalah M Taufiq Saguanto yang sukses yang menggeluti dunia tekstil dan daur ulang limbah plastik.

Taufiq narasumber yang selalu menyebut dirinya sebagai “pemulung” mengubah suasana menjadi hangat karena tingkahnya selain menghibur juga memberikan pemaparan dengan humoris. Salah satu kreativitas kerajinan yang dia buat dari sampah plastik menunjukkan betapa cekatan dan dingin tangannya, sehingga produk-produk itu bisa menembus ke pasar internasional, antara lain Rusia dan Amerika Serikat.

“Di Bali ini saya sangat sulit menemukan bekas botol mineral. Jangankan botol, sedotan saja jarang saya temui. Ayo kita jadikan contoh karena masyarakat Bali selalu menjaga lingkungan dari sampah. Jika disini banyak sampah botol mineral bisa menjadikan saya kaya raya,” tutur Tafiq saat mengisi acara di Discovery Shopping Mall Kuta, Kamis (22/8/2019).

Pria asal Malang, Jawa Timur, itu lantas menunjukkan satu botol bekas air mineral yang awalnya hanya berupa limbah plastik biasa, disulap menjadi produk bernilai jual ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tak banyak kata, pria bertubuh tambun itu memamerkan kebolehannya.

Dengan gesit, limbah botol plastik tadi dia olah hanya dalam waktu tiga menit menjadi sebuah miniatur sepeda motor Harley Davidson yang dikemas dalam pigura kaca. “Ayo siapa yang tidak percaya ini bernilai jual ratusan ribu (rupiah)? Hari ini kita lelang, ayo siapa yang menawar harga tinggi bisa bawa pulang,” ucap pria yang memilik satu-satunya museum botol bekas di dunia itu.

Dalam kurun waktu dua menit, satu produk kerajinan hasil karyanya itu pun terjual dengan harga Rp500.000 yang ditawar oleh salah satu peserta Expo Santripreneur Lintas Agama 2019.

Taufiq pun berharap untuk para peserta ajang tersebut bisa memanfaatkan peluang agar bisa menjadi pengusaha sukses yang mampu membanggakan keluarga dan negara. Acara yang dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, itu pada hari kedua ditutup dengan pertunjukan musik.


Editor : Ahmad Islamy Jamil