Saut Situmorang Dirikan Rumah Bhinneka
JAKARTA, iNews.id - Setelah melepas jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang tak mau berhenti memberikan kontribusi untuk bangsa. Kini dia mendirikan Rumah Bhinneka yang diresmikan dalam soft launching di rumahnya di Jalan Bhineka Raya, Jakarta Timur, Kamis (20/2/2020) malam.
Soft launching itu dihadiri sejumlah tokoh seperti Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet); Wakil Ketua KPK Alexander Marwata; Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo hingga personel grup musik Slank, Ivan Kurniawan Arifin. Saut mengatakan Rumah Bhinneka dibentuk untuk menghadirkan nilai keadilan Pancasila di masyarakat.
"Seperti pemberantasan korupsi sebagai upaya menghadirkan keadilan. Di KPK pun ada keadilan, egaliter, di sana adil satu sama lain, tidak bisa mecat-mecat orang sembarangan, tidak bisa conflict of interest sembarangan," kata Saut.
Dia berharap Rumah Bhinneka dapat meningkatkan kepercayaan di masyarakat untuk mendorong Indonesia yang lebih baik lagi. Saut juga berencana menggelar konser kebangsaan pada 1 JUni 2020 bekerja sama dengan sejumlah musisi dan MPR serta BPIP.
"Upaya menata komunikasi antarelemen bangsa agar lebih adil dan beradab tak perlu formal, sehingga saya bertemu Slank, Mas Addie MS. Kemudian ke Mas Bambang Soesatyo untuk berkolaborasi dengan DPR dan MPR membumikan Pancasila melalui hal yang tidak rumit, seperti mengajak buang sampah sembarangan," ucapnya.
Gagasan itu mendapat tanggapan positif dari toko yang hadir. Benny Susetyo mengatakan Rumah Bhinneka sewajarnya menjadi tempat orang-orang yang rindu Pancasila namun dengan suasana yang rileks serta tidak kaku. Sehingga kaum muda hingga pejabat MPR dan KPK bisa berkumpul di Rumah Bhinneka dengan lebih akrab.
Sementara Bamsoet mengatakan gagasan Saut Situmorang mendukung apa yang dilakukan MPR dan DPR untuk membumikan Pancasila. Dia juga mendukung kegiatan membumikan Pancasila yang dikemas menarik dan tidak kaku.
Lalu Alexander Marwata mengingatkan bangsa Indonesia untuk malu melakukan tindakan korupsi. Menurutnya saat ini Indonesia masih kalah dengan negara-negara Skandinavia yang selalu masuk posisi 10 besar bebas korupsi.
"Kita harusnya malu dengan fakta tersebut. Kita harus mengimplementasikan kehidupan keagamaan dengan benar-benar bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Editor: Rizal Bomantama