Sebut Vaksinasi Maritim Capai 85 Persen, KSAL: Kini Sasar Daerah Terpencil

Riezky Maulana ยท Rabu, 04 Agustus 2021 - 16:49:00 WIB
Sebut Vaksinasi Maritim Capai 85 Persen, KSAL: Kini Sasar Daerah Terpencil
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyebut serbuan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat maritim yang dilaksanakan TNI AL telah mencapai 85 hingga 90 persen. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyebut serbuan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat maritim yang dilaksanakan TNI AL telah mencapai 85 hingga 90 persen. Oleh karena itu, serbuan vaksin TNI AL akan menyasar ke daerah-daerah yang laju vaksinasinya masih minim.

Yudo memaparkan, sejak 23 Juni 2021 lalu, dirinya telah menginstruksikan ke seluruh jajaran TNI AL dan Lanal untuk melaksanakan serbuan vaksinasi masyarakat maritim. Di mana sasarannya yaitu masyarakat di pelabuhan umum, pelabuhan perikanan maupun pulau-pulau terpencil yang bisa dijangkau menggunakan KRI. 

"Karena hingga kini sasaran masyarakat maritim sudah tercapai 85 persen sampai dengan 90 persen maka arah TNI AL mulai menyasar ke daerah-daerah yang laju vaksinasinya masih minim. Seperti yang dilaksanakan di Cilegon beberapa waktu lalu, di mana baru 11 persen warga yang tervaksin, juga serbuan vaksin di Sumedang baru 17 persen warga yang tervaksin," tutur Yudo dalam keterangannya, dikutip Rabu (4/8/2021).

Lebih jauh dipaparkan Yudo, sebanyak 400.000 dosis vaksin telah berhasil disuntikkan melalui Serbuan Vaksin TNI AL. Menurutnya, meskipun jumlah dosis terbatas, kegiatan vaksinasi tidak akan berhenti dan terus berjalan.

“Kita punya vaksinator dan tenaga kesehatan namun vaksinnya kita minta ke Kemenkes melalui Puskes TNI,” ujarnya.

Di samping vaksin, sambung dia, TNI AL juga membantu pemenuhan kebutuhan oksigen. Menurutnya, KRI dr Soeharso sudah seminggu sandar di Semarang untuk melayani rumah sakit-rumah sakit dan masyarakat yang membutuhkan oksigen. Sementara itu, di Surabaya untuk membantu ketersediaan oksigen maka pihaknya menggunakan KRI Semarang. 

“Sudah disiapkan tabung-tabung yang sudah diisi oksigen sehingga masyarakat tinggal menukar dan tidak perlu menunggu untuk mengisi yang butuh waktu sekitar 15-an menit,” tuturnya.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2