Sekolah Menengah di Zona Hijau Boleh Dibuka Lagi, Siswa Dibatasi 50 Persen

Felldy Utama, Rizki Maulana ยท Senin, 15 Juni 2020 - 18:04 WIB
Sekolah Menengah di Zona Hijau Boleh Dibuka Lagi, Siswa Dibatasi 50 Persen

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperbolehkan sekolah di daerah berkategori Zona Hijau menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka. Kendati demikian, penyelenggaran harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, untuk tahap pertama kegiatan belajar tatap muka hanya diperuntukkan bagi jenjang SMP dan SMA atau sederajat. Adapun sekolah dasar baru boleh dimulai lagi dua bulan setelahnya.

“Saat kegiatan belajar tatap muka dilakukan, kapasitas kelas dibatasi maksimal 50 persen jumlah siswa,” kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam konferensi pers secara virtual, Senin (15/6/2020).

Terkait hal tersebut, Kemendikbud mempersilakan sekolah untuk membuat metode pengajaran. Bisa saja kegiatan belajar mengajar dilakukan dua shift yaitu pagi dan siang. Bisa pula digilir secara mingguan.

Nadiem menekankan, sekolah dapat dimulai lagi dengan syarat-syarat tertentu. Pertama, sekolah tersebut berada di daerah berkategori Zona Hijau.

Kedua, pemerintah daerah harus memberikan izin. Ketiga, satuan pendidikan atau sekolah tersebut telah memenuhi chek list persiapan pembelajaran tatap muka.

Kendati demikian ada syarat lagi yang harus dipenuhi, yaitu adanya izin dari orangtua murid. Artinya, jika orangtua masih merasa khawatir anaknya pergi ke sekolah karena faktor keselamatan, sekolah tidak dapat memaksa anak tersebut belajar tatap muka.

Menurut Nadiem, Zona Merah, Kuning, dan Oranye saat ini merepresentasikan 94 persen peserta didik di seluruh Indonesia. Sedangkan, Zona Hijau mewakili 6 persen peserta didik. Untuk Zona Merah, Oranye dan Kuning, kegiatan belajar-mengajar tetap dilakukan dari rumah.

“Jika daerah yang masuk Zona Hijau kembali menjadi Zona Kuning, maka semua kembali ke awal, yaitu kegiatan belajar-mengajar dari rumah,” ujarnya.

Editor : Zen Teguh