Sekolah Tatap Muka Wajib Dihentikan jika Risiko Penularan Covid-19 Meningkat

Dita Angga, Sindonews ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 20:28 WIB
Sekolah Tatap Muka Wajib Dihentikan jika Risiko Penularan Covid-19 Meningkat

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito. (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memastikan pemantauan dan evaluasi terhadap pembukaan sekolah tatap muka akan dilakukan ketat. Jika ditemukan terjadi peningkatan risiko penularan Covid-19, proses pembelajaran tersebut harus dihentikan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pembukaan sekolah tatap muka tidak akan dibiarkan begitu saja. Jika satuan pendidikan terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerah berubah menjadi lebih tinggi, pemerintah daerah wajib menutup kembali satuan pendidikan tersebut.

“Namun proses tersebut harus dilakukan secara bertahap dengan evaluasi yang baik,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (11/8/2020).

Monitoring itu juga dilakukan di sekolah tatap muka di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T. Seperti diketahui pemerintah membuka sekolah tatap muka di wilayah 3T karena minimnya akses internet.

Untuk itu, kata dia, imbauan melakukan simulasi dan monitoring bagi daerah yang akan memperbolehkan tatap muka perlu dilakukan dengan baik. Salah satunya mencakup pengawalan ketat protokol dalam pembelajaran tatap muka tersebut.

Wiku menekankan prinsip yang harus dipegang yaitu kesehatan dan keselamatan semua elemen pendidikan. Dalam hal ini bukan hanya siswa, tapi juga guru dan pengelola sekolah.

“Tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial yang ada dari peserta didik (harus diperhatikan). Jika terindikasi kondisi tidak aman dan peningkatan risiko yang menetap, maka satuan pendidikan wajib untuk ditutup dalam rangka melindungi para siswa,” kata dia.

Editor : Zen Teguh