Serangan Taliban Tewaskan Lebih dari 21 Tentara Afghanistan

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 10:21 WIB
Serangan Taliban Tewaskan Lebih dari 21 Tentara Afghanistan

Pasukan keamanan Afghanistan memeriksa lokasi ledakan bom di Kabul, Afghanistan. (Foto: AP)

KABUL, iNews.id - Taliban membunuh sedikitnya 14 tentara Afghanistan dan menyandera lebih dari 20 lainnya di Herat, provinsi di bagian barat Afghanistan yang berbatasan dengan Iran, Jumat (7/12/2018).

Secara terpisah, serangan udara kontra-Taliban di Uruzgan, provinsi di bagian tengah, menewaskan sedikitnya tujuh aparat keamanan Afghanistan.

Kekerasan terbaru ini bersamaan dengan keluarnya pernyataan Taliban yang membela dan berbangga atas pemerintahan Islamisnya selama lima tahun di Afghanistan. Pemerintahan Islamis Afghanistan berakhir 17 tahun silam melalui invasi militer pimpinan Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA: Mullah Manan, Pemimpin Taliban di Afghanistan Tewas akibat Serangan AS

Seorang juru bicara Pemerintah Herat, Jailani Farhad, memberi tahu VOA bahwa pemberontak menyerbu dan merebut markas Tentara Nasional Afghanistan (ANA) yang dijaga tentara di distrik Shinand.

Taliban dan para pejabat Afghanistan menyebut di antara para sandera terdapat tentara yang cedera.

Taliban juga merilis video mengenai tentara yang diduga ditawan, meskipun otentisitas video itu belum dapat segera diverifikasi.

Para pejabat di Uruzgan menjelaskan, serangan udara mematikan itu dilakukan untuk mencegah para pemberontak menduduki pusat distrik Chinartoo setelah serangan ofensif Taliban pada pagi hari.

Pasukan keamanan Afghanistan dukungan AS masih mendalami berapa banyak yang menjadi korban. Pada bulan lalu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengungkapkan pasukan keamanan pemerintah kehilangan hampir 29 ribu personel sejak 2015.

AS baru-baru ini memperbarui upaya-upaya untuk mendorong penyelesaian melalui perundingan bagi perang selama 17 tahun dengan Taliban, dan melibatkan kelompok pemberontak itu dalam perundingan langsung.


Editor : Djibril Muhammad