Sidang Kasus Suap KONI, Imam Nahrawi Mengaku Umrah Dibiayai Kemenpora

Antara ยท Senin, 29 April 2019 - 23:45 WIB
Sidang Kasus Suap KONI, Imam Nahrawi Mengaku Umrah Dibiayai Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/4/2019). (Foto: Koran SINDO/Sabir Laluhu)

JAKARTA, iNews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengakui melakukan ibadah umrah dengan menggunakan anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Hal itu diungkapkan Imam saat bersaksi untuk terdakwa kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (29/4/2019).

Ketika menunaikan ibadah tersebut di Tanah Suci, Imam tidak sendirian. Dia juga membawa istrinya serta sejumlah pejabat dan staf di Kemenpora.

“Apa umrah ada (daftarnya) di anggaran Kemenpora?” tanya Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Budi Agung Nugroho.

“Tidak,” jawab Imam.

“Tapi berangkat pakai anggaran Kemenpora?” tanya Jaksa Budi.

“Iya,” jawab Imam.

Keberangkatan Imam bersama rombongan Kemenpora diketahui berlangsung pada November 2018. “Pada akhir November 2018 saya diundang Federasi Paralayang Asia ke Jeddah dan oleh pemuda-pemuda di Jeddah bersama PCNU (Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama). Saya diundang dan tentu siapa pun muslim sampai ke Jeddah sekalian melaksanakan ibadah umrah,” ungkap Imam.

Imam mengaku keberangkatannya ketika itu menggunakan anggaran Sekretariat Kemenpora. “Kalau saya menggunakan anggaran Sekretariat Kemenpora, sedangkan untuk keberangkatan deputi menggunakan anggaran kedeputian masing-masing,” ucap Imam.

Salah satu deputi yang ikut umrah pada waktu itu adalah Deputi IV Kemenpora, Mulyana, yang kini bersatus tersangka dalam kasus suap dana hibah KONI. “Semua deputi ada untuk umrah,” ujar Imam menambahkan.

Sementara, Ending Fuad Hamidy yang menjabat sekretaris jenderal (Sekjen) KONI mengatakan, biaya umrah Imam dan rombongan tersebut dimintakan ke KONI oleh asisten pribadi Menpora, Miftahul Ulum, sebanyak Rp3 miliar.

Ending didakwa menyuap Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana, dengan satu unit mobil Toyota Fortuner, uang Rp400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9. Dia juga didakwa menyuap Asisten Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Adhi Purnomo, dan; Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta senilai Rp215 juta.

Suap itu diberikan agar Kemenpora mencairkan pertama, dana hibah tugas pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi Olahraga Nasional pada multi event Asian Games ke-18 dan Asian Para Games ke-3 pada 2018 senilai Rp30 miliar dan kedua, dana pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun 2018 sejumlah Rp17,971 miliar.


Editor : Ahmad Islamy Jamil