Sidang Perkara Dana Hibah KONI, Asisten Mantan Menpora Didakwa Terima Suap Rp11,5 Miliar

Antara ยท Kamis, 30 Januari 2020 - 15:03 WIB
Sidang Perkara Dana Hibah KONI, Asisten Mantan Menpora Didakwa Terima Suap Rp11,5 Miliar

Asisten mantan Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum berkonsultasi dengan tim penasihat hukum di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/1/2020). (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang perkara dugaan suap dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun Anggaran 2018, Kamis (30/1/2020). Sidang perdana terdakwa asisten mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani.

Agenda sidang, yaitu pembacaan dakwaan oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dakwaan setebal 29 halaman dibacakan secara bergantian oleh JPU.

Miftahul Ulum didakwa menerima suap sebesar Rp11,5 miliar. Uang tersebut diberikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI, Johnny Awuy. Uang diberikan agar proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah dipercepat.

"Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 atau 12B ayat (1), junto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 20 tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junto Pasal 64 ayat (1) KUHP," ujar Ketua Tim JPU, Ronald Ferdinand Worotikan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

BACA JUGA:

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI

Diduga Terima Uang Suap Rp26,5 Miliar, Harta Menpora Imam Nahrawi Rp22 Miliar

Dalam kasus tersebut KPK juga telah menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka. Imam diduga menerima uang sebesar Rp26,5 miliar.

Uang tersebut diduga merupakan biaya komitmen (commitment fee) atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

Uang diterima dalam rentang waktu 2014-2018 melalui Miftahul Ulum berjumlah Rp14,7 miliar. Kemudian dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sebesar Rp11,8 miliar. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain terkait.

Editor : Kurnia Illahi