Sidang Perkara Proyek BHS, Saksi Ungkap Utang Darman Mappangara

Antara ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 16:15 WIB
Sidang Perkara Proyek BHS, Saksi Ungkap Utang Darman Mappangara

Ilustrasi, Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto: Sindo Media).

JAKARTA, iNews.id, - Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang lanjutan sidang perkara dugaan suap proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo, Rabu (15/1/2020). Sidang dengan terdakwa mantan Dirut PT Inti, Darman Mappangara itu menghadirkan 4 saksi.

Keempat saksi, yaitu Sekretaris admin Kantor Cabang PT Inti di Jakarta, Staf Bank Mandiri, staf money changer Kota Kasablanka dan sopir pribadi mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II Andra Y Agussalam. Mereka memberikan kesaksian secara bergantian.

Dalam persidangan terungkap, Endang, sopir pribadi Andra Y Agussalam melalui percakapan antara Andra di mobil beberapa kali menyebutkan Darman terlalu lama belum melunasi utang. Andra meminta Endang untuk ikut bantu mengejar dan menjadi media menerima uang pengembalian yang dalam sidang beberapa kali diakui memakai istilah buku.

Pada saat dikonfirmasi oleh pengacara terdakwa, Endang mengaku menjadi perantara Andra Y Agussalam untuk menyerahkan pinjaman sebesar Rp5 miliar. Uang tersebut diserahkan sebanyak 3 kali dalam bentuk dolar Amerika, Juli 2018

"Di daerah Kantor AP II dan lapangan golf Soewarna, Cengkareng, Jakarta Barat, ujar Endang.

Dalam kasus ini, Darman didakwa menyuap Andra Y Agussalam, Direktur Keuangan PT AP II sebesar 96.700 dolar Singapura atau Rp1 miliar agar Andra mengawal sejumlah proyek untuk dimenangkan PT Inti. 

Kasus ini berawal ketika PT Inti mengerjakan sejumlah proyek di PT AP II pada 2019 dengan rincian proyek Visual Docking Guidance System (VGDS) senilai Rp106,48 miliar, proyek Bird Strike sebesar Rp22,85 miliar dan proyek pengembangan bandara dengan nilai Rp86,44 miliar.

Editor : Kurnia Illahi