Sidang Pria 'Penggal Kepala Jokowi' Ditunda, Dilanjutkan Pekan Depan

Wildan Catra Mulia · Senin, 11 November 2019 - 12:07 WIB
Sidang Pria 'Penggal Kepala Jokowi' Ditunda, Dilanjutkan Pekan Depan

Terdakwa kasus makar dalam video viral "penggal Jokowi", Hermawan Sutanto (tengah, mengenakan rompi merah). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Sidang perkara pria yang videonya viral lantaran mengucapkan “penggal Jokowi”, Hermawan Sutanto, ditunda. Sedianya, sidang lanjutan itu dijadwalkan berlangsung hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sidang akan dilanjut pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum (JPU). Penasihat hukum Hermawan, Sugiarto Atmowidjoyo mengatakan, alasan sidang hari ini ditunda lantaran ada administrasi dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat maupun Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang belum bisa dipenuhi untuk membawa kliennya bersidang.

“Sehingga sidang ditunda minggu depan tanggal 18 November 2019. Biasa, jam dua (14.00 WIB) dijadwalkan, tapi bisa molor sampai sore, tergantung situasi,” kata Sugiarto saat dihubungi, Senin (11/11/2019).

Adapun, pada sidang sebelumnya, hakim ketua memutuskan untuk menunda persidangan dan melanjutkan ke agenda eksepsi dari tergugat pada hari ini. Namun, Sugiarto memastikan pihaknya mengurungkan niat untuk membacakan eksepsi.

“Kami enggak jadi eksepsi. Dengan berbagai pertimbangan, kami tidak jadi eksepsi. Biar nanti pembuktian dan fakta yang bicara. Jadi kami tidak melakukan eksepsi,” ucapnya.

BACA JUGA: Pria dalam Video Viral ‘Penggal Kepala Jokowi’ Didakwa Pasal Makar

Dia memastikan penundaan persidangan kali ini bukan karena pihaknya yang mengundur-undur. Melainkan memang karena jaksa belum siap menjalani sidang.

“Persoalan administrasi yang terkendala sehingga hari ini memohon untuk tidak sidang dulu. Minggu depan pemeriksaan saksi dari kejaksaan,” tuturnya.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Hermawan Sutanto, pria dalam video viral karena mengucapkan “penggal kepala Jokowi”, dengan Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP tentang makar. “Kalimat ancamannya bisa dikategorikan makar karena mau membunuh Jokowi,” kata jaksa Permana di PN Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019).


Editor : Ahmad Islamy Jamil