Silaturahmi dengan Pemred Media, Puan Curhat Ingin Bangun Gedung Megah

Felldy Utama ยท Kamis, 28 November 2019 - 22:08 WIB
Silaturahmi dengan Pemred Media, Puan Curhat Ingin Bangun Gedung Megah

Ketua DPR Puan Maharani didampingi Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin bertemu pemimpin redaksi media massa di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/11/2019). (Foto: DPR).

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPR Puan Maharani bersilaturahmi dengan para pemimpin redaksi (pemred) media massa, Kamis (28/11/2019). Sejumlah isu menjadi tema obrolan pada pertemuan di Ruang Serbaguna Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta ini.

Mengawali perbincangan, Puan menceritakan soal keinginannya untuk membuat sebuah ruang pertemuan yang reprsentatif. Dia bahkan sempat menanyakan kepada Sekjen DPR apakah ada ruang pertemuan representatif saat hendak menerima para pemred ini.

"Saya sebetulnya waktu saya mengundang bapak ibu sekalian, saya tanya sama sekjen 'kita punya enggak sih ruangan yang representatif untuk mengundang media?’ (dijawab) ‘Ada bu, ada bu’. (Saya tanya lagi) di mana?' Lihatlah ruangan ini, enggak tahu ini representatif atau enggak karena ini menurut saya enggak," kata Puan.

Politikus PDI Perjuangan ini mengakui apabila ruangan yang dipakainya untuk bertemu para pemred terlihat bagus. Namun dia merasa ruangan ini tidak representatif sebagai suatu lembaga yang sejajar dengan presiden.

"Kalau datang ke istana kan kayaknya megah banget, tapi kemudian disampaikan 'Bu, DPR itu harus terbuka Bu, harus merakyat'. Terbuka dan merakyat itu bukannya tidak representatif, saya katakan seperti itu," ujarnya.

Mantan Menko PMK ini lantas membandingkan bagaimana kondisi gedung parlemen di beberapa negara dengan gedung parlemen di Indonesia. Menurutnya, gedung-gedung parlemen di luar negeri lebih terlihat megah.

"Ini bukan masalah mewah ya, tapi megah menunjukkan bahwa kemudian rumah ini terbebas dari rumah rakyat bukannya tidak terbuka dalam artian tidak mau menerima," katanya.

BACA JUGA: Puan Maharani Ajak Masyarakat Nonton Film Naga Bonar Reborn

Dalam kesempatan itu Puan juga berpendapat apabila penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh masyarakat ataupun mahasiswa ke DPR tidak perlu dilakukan dengan cara 'teriak-teriak' di depan gedung parlemen. Sebagai solusi, DPR berkeinginan membuat satu tempat aspirasi yang bisa disebut sebagai alun-alun demokrasi atau alun-alun aspirasi.

Puan memastikan recana pembuatan alun-alun aspirasi ini tidak akan mengurangi peninggalan dari gedung parlemen sekarang dengan membuatnya secara sembarang.

"Makanya kami akan mengundang beberapa ahli, arsitek kemudian planologi dan lain-lain untuk bisa melakukan hal tersebut. Kenapa? Ya supaya kalau ada yang memberikan aspirasinya enggak bikin macet di Jalan Gatot Subroto, enggak ngerusak pager kami misalnya," tutur dia.

Rencana ini, kata Puan, butuh dukungan dari semua pihak, termasuk kalangan media. Dia menekankan bahwa rencana tersebut kini sedang dikaji.

"Jadi prinsipnya bukan mengubah tata ruang dan mengubah heritage, tapi memberikan tempat untuk menyalurkan aspirasi," tutur putri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ini.


Editor : Zen Teguh