Soal Kasus Novel, Mahfud MD: Tanya Polri, Saya Tidak Pernah Ikut Nangani

Antara, Cornelia Zenia ยท Rabu, 04 Desember 2019 - 15:02 WIB
Soal Kasus Novel, Mahfud MD: Tanya Polri, Saya Tidak Pernah Ikut Nangani

Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menyatakan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan ditangani oleh kepolisian. Karena itu, dia meminta publik untuk menanyakan ihwal perkembangan penanganan kasus itu kepada Polri.

“Ya, itu Polri yang nanganin. Saya enggak pernah ikut nangani,” kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhulkam, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan, koordinasi dengan kepolisian tidak dilakukan terus-menerus karena penanganan kasus sudah berjalan. “Dalam sebuah proses yang ditangani secara khusus oleh polisi. Jadi, tidak tahu. Tanya ke Polri. Biar tidak berapa pintu gitu,” kata Mahfud.

Berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo, tim teknis kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan diberikan tenggat waktu tiga bulan untuk bekerja, yakni di awal Agustus hingga Oktober 2019. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal sebelumnya mengklaim ada kemajuan signifikan dari hasil kerja tim teknis itu.

Kendati demikian, Polri belum pernah menjelaskan hasil signifikan dari kerja tim yang beranggotakan puluhan anggota terbaik Polri itu. Tim teknis kasus Novel dibentuk berdasarkan rekomendasi dari Tim Pencari Fakta (TPF) yang telah mengumpulkan fakta soal kasus itu selama enam bulan masa kerja.

TPF menyebut motif penyerangan terhadap Novel diduga karena sakit hati dan balas dendam dari seseorang yang kasusnya pernah ditangani Novel. Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, memastikan tim teknis masih bekerja untuk menguak pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu.

Selain mengumpulkan alat bukti, tim juga masih mendalami bukti-bukti yang ada. “Tetap bekerja mencari siapa pelakunya dan mengumpulkan semua alat bukti,” kata Argo di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/12/2019) kemarin.

Editor : Ahmad Islamy Jamil