Soal MA Marak Kurangi Hukuman Koruptor, KPK : Jangan Sampai Muncul Anekdot Hukum

Antara ยท Selasa, 29 September 2020 - 14:51 WIB
Soal MA Marak Kurangi Hukuman Koruptor, KPK : Jangan Sampai Muncul Anekdot Hukum

Ilustrasi, Gedung Komisi Pemberntasan Korupsi (KPK). (Foto:Antara)

JAKARTA, iNews.id - Mahkamah Agung (MA) dinilai seharusnya memberikan argumentasi mengenai terpidana perkara korupsi yang dikurangi hukuman. Terutama terkait Peninjauan Kembali (PK).

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengatakan, tetap menghormati independensi kekuasaan kehakiman.

"Legal reasoning pengurangan hukuman-hukuman dalam perkara a quo agar tidak menimbulkan kecurigaan publik tergerusnya rasa keadilan dalam pemberantasan korupsi," ujar Nawawi di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Dia menuturkan, banyak koruptor yang dikurangi hukumannya setelah MA ditinggalkan sosok Artidjo Alkostar karena purnatugas sebagai Hakim Agung 2018.

"Terlebih putusan-putusan PK yang mengurangi hukuman ini marak setelah Gedung MA ditinggal sosok Artijo Alkostar. Jangan sampai memunculkan anekdot hukum bukan soal hukumnya tetapi siapa hakimnya," tuturnya.

Editor : Kurnia Illahi