Soal Penembakan Pekerja di Papua, Ma'ruf Amin: NKRI Harga Mati

Aditya Pratama ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 21:59 WIB
Soal Penembakan Pekerja di Papua, Ma'ruf Amin: NKRI Harga Mati

Calon presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id – Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, menyampaikan keprihatinannya atas insiden penembakan pekerja proyek Trans Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, Senin (3/12/2018) lalu. Menurut dia, kejahatan teror tersebut harus segera dihentikan dan tidak boleh terulang kembali di masa mendatang.

Selain itu, dia menekankan bahwa pengamanan di Papua harus diperketat. “Perlindungan kepada warga masyarakat Papua harus lebih diketatkan, karena ini sifatnya perlindungan terhadap warga bangsa. Tetapi jangan sampai kemudian adanya penembakan ini pemerintah berhenti membangun. Mungkin kalau sementara ketika itu terjadi,” ucap Ma’ruf di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Mantan rais aam PBNU itu menuturkan, pembangunan di Papua harus tetap berlanjut karena sangat penting bagi masyarakat setempat dalam rangka pemerataan pembangunan. “(Pembangunan) untuk menghilangkan kesenjangan disparitas antardaerah, terutama daerah di Papua. Dan itu yang selama ini menjadi hambatan. Jadi jangan sampai karena adanya kasus penembakan itu kemudian menimbulkan keraguan untuk dilanjutkan, terus dilanjutkan supaya masyarakat dengan perlindungan, mereka aman, dan sejahtera,” ungkapnya.

Terkait masukan dari berbagai pihak yang menyarankan agar pemerintah melakukan dialog terbuka dengan KKB di Papua agar persoalan teror tersebut bisa diselesaikan, Ma’ruf menyambut baik usulan itu.

“NKRI itu harga mati. Tapi kalau ada dalam masalah-masalah apa permintaannya, apa yang harus diberikan, kan kita sudah ada namanya otonomi khusus untuk Papua. Otonomi khusus ini kurangnya di mana, bisa didialogkan. Tapi ada legitimasinya sepanjang itu masih dalam kerangka NKRI. Dialog itu selalu terbuka,” tuturnya.

Sejumlah korban selamat dari penembakan KKB di Nduga, Papua, berhasil dievakuasi ke Hanggar Mozes Kilangin Timika, Kamis (6/12/2018) siang. Para pekerja tersebut diangkut menggunakan helikopter milik TNI AD. Kedatangan para korban dijemput langsung oleh panglima TNI dan wakapolri.

Sesampainya di Bandara Mozes Kilangin Timika, tujuh korban langsung diberikan pelayanan medis oleh tim medis gabungan TNI-Polri. Selanjutnya, korban dibawa ke pos pelayanan Polres Mimika.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz mengatakan, selain tujuh korban selamat, sembilan jenazah korban penembakan KKB di Nduga juga telah tiba di Hanggar Mozes Kilangin pada pukul 12.00 WIT tadi.


Editor : Ahmad Islamy Jamil