Soal Video Viral, PDIP Tepis Hubungan Megawati dan Surya Paloh Retak

Antara ยท Kamis, 03 Oktober 2019 - 12:34 WIB
Soal Video Viral, PDIP Tepis Hubungan Megawati dan Surya Paloh Retak

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Dua hari terakhir, publik dihebohkan dengan video yang menayangkan gambar Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, tidak bersalaman saat menghadiri acara pelantikan pimpinan DPR di Jakarta, Selasa (1/10/2019) lalu. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, pun menanggapi beredarnya video yang viral di media sosial itu.

“Ibu Mega dan Pak Surya diskusi secara intens beberapa hari lalu saat pertemuan di Istana Bogor. Jadi, hubungannya baik-baik saja,” kata Hasto Kristiyanto melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Menurut Hasto, hubungan ketua umum partai-partai politik pendukung pemerintah semuanya baik-baik saja. Akan tetapi, kenyataan saat ini, apalagi dengan perkembangan media sosial dan media online yang pesat, ada kecenderungan menguatnya politik drama di Indonesia. Video yang menjadi viral di media sosial itu, kata dia, dibumbui dengan drama dan tafsir sepihak bahwa hubungan Megawati dan Surya Paloh sedang retak.

“Perkembangan media sosial dan tafsir media online sering penuh dengan bumbu-bumbu politik. Hal seperti ini yang membuat para sekjen KIK (Koalisi Indonesia Kerja) sering tertawa bersama mencermati berbagai pemberitaan tersebut,” tutur Hasto.

Dia mengatakan, hubungan Megawati dengan para ketua umum KIK dan bahkan termasuk Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berjalan baik. Hasto menyaksikan, dalam sejumlah pertemuan atau dialog dengan Presiden Jokowi, komunikasi antarpimpinan parpol pun baik.

BACA JUGA: Lima Pimpinan DPR Periode 2019-2024 Dilantik, Ketua MA Ingatkan Sumpah Jabatan

Dia pun mengklaim, PDIP dengan seluruh jajarannya menjalankan tradisi budaya orang timur, yakni tradisi silaturahim dan tradisi berdialog. “Saya pribadi menjadi saksi, bagaimana hubungan antarpemimpin berjalan baik. Pada saat makan malam dengan Presiden, juga penuh suasana keakraban, demikian pula saat Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) bertemu dengan Ibu Megawati,” ujarnya.

Dia menuturkan, ada hal yang lebih substantif untuk dibicarakan dari pada terjebak dalam drama ataupun bumbu politik. Menurutnya, bagi PDIP politik itu ideologis, substantif, dan berkeadaban, bukan drama atau sinetron. Politik memuat komitmen dan dedikasi bagi bangsa dan negara sehingga kerja sama seluruh partai pengusung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, dalam perspektif itu.

Hasto berpendapat, hubungan dan kerja sama antarpartai dan antarpimpinan partai berjalan baik karena hal tersebut ditopang oleh budaya silaturahim bangsa. Pada saat pertemuan dengan Presiden Jokowi, kata dia, Megawati, Airlangga (ketu umum Partai Golkar), Surya Paloh, Muhaimin (ketua umum PKB), dan Suharso Monoarfa (plt ketua umum PPP) menyampaikan gagasan yang konstruktif. Semua berkolaborasi untuk memastikan terciptanya suasana politik yang kondusif.

“Dengan demikian dalam hal gagasan politik, kerjasama politik, kuat sekali kesepahaman di antara pemimpin. Kesepahaman yang kuat itu karena secara pribadi, suasana kebatinan, sudah terbangun semangat kebersamaan tersebut,” ucapnya.


Editor : Ahmad Islamy Jamil