Sosok Habil Marati, Tersangka Donatur Eksekutor 4 Tokoh dan Kerusuhan 22 Mei

Tim iNews.id ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 18:35 WIB
Sosok Habil Marati, Tersangka Donatur Eksekutor 4 Tokoh dan Kerusuhan 22 Mei

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Habil Marati disebut-sebut terlibat dalam rencana eksekusi empat tokoh pada Aksi 22 Mei di Jakarta beberapa waktu lalu. Dia diduga berperan sebagai pemberi dana alias donatur bagi para tersangka eksekutor.

Siapa sesungguhnya Habil Marati? Dikutip dari berbagai sumber, Habil lahir pada 7 November 1962 di Raha (Sulawesi Tenggara). Karier politiknya dimulai di usia yang masih amat muda yaitu, 20 tahun. Dia menjadi anggota DPRD Kota Medan pada periode 1982-1987.

Selanjutnya, lelaki itu terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara untuk periode 1987-1992. Karier legislatifnya terakhir tercatat sebagai anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PPP periode 2004-2009.

Habil menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara pada 1999-2004. Dia juga menjabat Ketua DPW Parmusi Sumut dan Ketua DPW PPP Sumut untuk periode 1995-2004. Sementara, di tingkat nasional, dia dipercaya menjadi Ketua DPP PPP untuk periode 2003-2007.

BACA JUGA: Polisi: HM Berikan Dana Rp60 Juta untuk Demo dan 15 Ribu Dolar Bunuh 4 Tokoh

Semasa masih menimba ilmu di bangku perguruan tinggi, dia tercatat pernah aktif di organisasi ekstra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dia juga menjadi Penasihat PSSI Sumut 2002-2005.

Polisi telah menetapkan tersangka baru terkait demonstrasi berujung kerusuhan pada 21-22 Mei 2019. Tersangka berinisial HM (yang disebut-sebut sebagai Habil Marati) diduga berperan sebagai penyandang dana dalam aksi tersebut.

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, HM memberikan uang Rp60 juta kepada tersangka HK alias Iwan untuk aksi demonstrasi 21-22 Mei 2019. HM juga memberikan uang 15.000 dolar Singapura kepada tersangka KZ (Kivlan Zen) sebagai dana operasional pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.

“HM meberikan uang Rp60 juta. Rp10 juta untuk operasional dan Rp50 juta untuk unjuk rasa. Uang tersebut langsung diterima HK alias I. HM juga memberika dana operasional 15 ribu dolar Singapura kepada KZ,” ujar Ade dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).


Editor : Ahmad Islamy Jamil