Sudirman Said: Waspadai Genderuwo Ekonomi!

Dony Aprian ยท Sabtu, 10 November 2018 - 19:52 WIB
Sudirman Said: Waspadai Genderuwo Ekonomi!

Direktur Materi Debat dan Kampanye Parabowo-Sandi (PADI), Sudirman Said. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

REMBANG, iNews.id – Direktur Materi Debat dan Kampanye Parabowo-Sandi (PADI), Sudirman Said, menyebut salah satu masalah yang menjadi pekerjaan rumah di Indonesia saat ini adalah masih adanya “genderuwo ekonomi” yang menggerogoti kekayaan Indonesia. Dia mengungkapkan hal itu di sela-sela acara Deklarasi Relawan PADI se-eks Karesidenan Pati di Wisma Haji Rembang, Jawa Tengah, akhir pekan ini.

“Kita harus waspada pada genderuwo ekonomi, bentuknya tidak nampak tapi menakutkan. Kalau kita bisa memberantas genderuwo ekonomi, maka politik kita menjadi baik,” kata Sudirman, Sabtu (10/11/2018).

Menurut koordinator pemenangan PADI Jawa Tengah itu, genderuwo ekonomi adalah  orang-orang yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk menguasai negara dengan cara yang tidak transparan. “Karena itu, kita harus fokus pada pemberantasan gendurowo ekonomi, karena (mereka) adalah orang-orang yang ingin memperoleh kesempatan-kesempatan dwngan tidak trasnparan,” tutur menteri ESDM periode 2014-2016 itu.

Sudirman mengatakan, jika Prabowo–Sandi diberi amanah menjadi presiden dan wakil presiden oleh masyarakat Indonesia,  para genderuwo ekonomi itu akan disingkirkan agar ekonomi bangsa menjadi sehat. Menurut dia, ekonomi yang sehat pada gilirannya akan mampu menyejahterakan rakyat.

Untuk itu, Sudirman mengajak para relawan agar memenangkan pasangan PADI di Jawa Tengah pada Pilpres 2019. Dia menilai kemenangan di Jateng akan membawa dampak besar bagi kemenamgan PADI secara nasional.

“Di luar Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan suara Prabowo-Sandi baik. Di Jawa Barat juga demikian. Jawa Timur selisihnya sedikit. Tapi di Jateng jaraknya jauh. Karena itu kita perlu kerja keras untuk mengejar selisih suara itu,” ucapnya.

Dia meyakini, dengan kerja keras dan kerja cerdas, suara PADI akan meningkat pesat di Jateng. “Kita harus kerja keras, kerja cerdas. Jangan terpengaruh dengan isu, hoaks, atau istilah-istilah yang membingungkan. Fokus pada kerja bagaimana menarik simpati masyarakat,” kata dia.

Sudirman juga berpesan kepada para relawan agar jangan ikut-ikutan melakukan kampanye hitam, dan; jangan ikut-ikutan mengeluarkan kata-kata yang kemarin dilontarkan salah satu tokoh. “Karena dua tema yang mesti dicarikan solusi adalah ekonomi dan harga kebutuhan pokok terjangkau. Istilah–istilah yang mboten jelas itu diabaikan saja. Mari ikut menjadi warga negara yang bermartabat,” ucapnya lagi.


Editor : Ahmad Islamy Jamil