Survei: 3 Parpol Andalkan Sosok Ketua Umum di Pemilu 2019

Antara ยท Minggu, 06 Januari 2019 - 16:16 WIB
Survei: 3 Parpol Andalkan Sosok Ketua Umum di Pemilu 2019

Ilustrasi Pemilu 2019. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Survei yang dilakukan Lembaga Riset Publik (LRP) menunjukkan bahwa ada tiga partai politik yang mengandalkan kekuatan figur dalam menggaet pemilih pada Pemilu 2019. Ketiga parpol itu adalah Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Bulan Bintang (PBB).

“Ketiga partai tersebut dipilih karena pemilihnya suka dengan figur ketua umum masing-masing partai,” kata Direktur Riset LRP Arvan Maulana dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (6/1/2019).

Dia menuturkan, faktor ketokohan menjadi alasan dominan pemilih memilih ketiga parpol, mengalahkan sembilan faktor lainnya yang disurvei LRP. Menurut Arvan, sebanyak 35,6 persen pemilih Partai Gerindra memilih karena faktor figur Ketua Umum Prabowo Subianto. Hanya 26,5 persen pemilih partai tersebut memilih karena visi, misi, dan program yang bagus.

“Di Partai Demokrat, 35,7 persen pemilihnya memilih partai itu karena faktor ketum dan 16,1 persen memilih karena faktor visi, misi dan program yang bagus,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk PBB, 41 persen pemilihanya memilih karena kesukaan terhadap figur Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra, dan hanya 12,2 persen memilih karena faktor visi, misi, dan program yang bagus. Pada sisi lain, dia menilai menguatnya faktor figur sebagai kecenderungan parpol tersebut menjadi oligarki, sehingga tidak baik bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.

“Bisa saja oligarki terjadi karena kuatnya figur ketua umum dan itu tidak bisa dipungkiri,” klaim Arvan.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia yang telah memiliki hak pilih dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling (acak bertingkat). Adapun margin of error survei tersebut sebesar plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada pekan keempat Desember 2018.


Editor : Ahmad Islamy Jamil