Tak Ingin Tiru Parpol Lain, PDIP Enggan Umbar Permintaan Jatah Menteri ke Jokowi

Abdul Rochim ยท Rabu, 10 Juli 2019 - 03:00 WIB
Tak Ingin Tiru Parpol Lain, PDIP Enggan Umbar Permintaan Jatah Menteri ke Jokowi

Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. (Foto: iNews.id/dok).

JAKARTA, iNews.id, – Sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja menyiapkan nama-nama calon menteri untuk diajukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka berharap sebanyak mungkin kader yang telah dipersiapkan itu terpilih dan duduk di kabinet mendatang.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), misalnya, terang-terangan ingin mendapatkan jatah 10 menteri. Sementara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) percaya diri mereka layak mendapatkan jatah 9 menteri. Berbeda, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terkesan santai dengan bursa kabinet tersebut.

Hingga kini parpol pemenang Pemilu 2019 itu belum juga membicarakan jatah menteri ke Jokowi. Sikap tenang ini ternyata bukan tanpa alasan. Politikus PDIP Masinto Pasaribu mengatakan, PDIP tidak akan latah seperti parpol-parpol lain yang mengajukan usulan nama-nama calon menteri kepada presiden.

BACA JUGA: 10 Nama Calon Menteri Usulan PKB Berbeda dengan PBNU

”Nah tentu Pak Jokowi adalah PDIP juga. Pak Jokowi paham betul di PDIP banyak kader partai yang bekerja secara profesional, baik di pusat maupun di daerah. Jika Pak Jokowi meminta, PDIP akan menyiapkan kader-kader terbaiknya yang bekerja secara profesional membantu tugas-tugas presiden,” ujar Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Masinton menuturkan, saat ini seluruh nama calon menteri dari PDIP masih dalam genggaman Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum. ”Semua masih di dompet Bu Mega,” katanya.

Ditanya apakah tidak ingin jatah menteri lebih banyak karena menjadi parpol pemenang, Masinton mengingatkan bahwa membangun negara tidak cukup hanya dengan kelompok atau parpol dalam satu koalisi.

BACA JUGA: Sindir PKB Minta Jatah 10 Menteri, PDIP: Terus Kami Minta Berapa?

Membangun Indonesia, kata dia, butuh gotong royong dari semua kelompok. ”Nah elemen yang diakomodir ini tentu orang yang punya semangat, yang punya integritas baik dan bisa kerja cepat,” kata dia.


Editor : Zen Teguh