Tawuran, Pelajar SMK di Depok Tewas Disabet Celurit

iNews, Iyung Rizky, Okezone ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 20:43 WIB
Tawuran, Pelajar SMK di Depok Tewas Disabet Celurit

Pelajar SMK Kusuma Bangsa, Depok, Jawa Barat tewas disabet celurit saat tawuran dengan SMK Izzata, Selasa (15/10/2019). (Foto: ilustrasi.dok).

DEPOK, iNews.id – Noda hitam kembali mencoreng dunia pendidikan. Seorang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Depok, Jawa Barat, tewas dicelurit saat terlibat tawuran dengan siswa SMK lain.

Korban tewas tersebut yakni Yanmauli (17), siswa SMK Kusuma Bangsa. Dia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bhakti Yuda. Seorang korban lagi kini dalam perawatan intensif yaitu Sultan Juniardi (18) dari SMK Izzata.

"Ada dua korban. Satu orang tewas terkena celurit di bagian kepala dan punggung yang satu lagi masih hidup," kata Kepala Urusan Humas Polresta Depok Ipda Made Budi, Rabu (16/10/2019).

Tawuran antara pelajar SMK Izzata Arjuna dengan SMK Kusuma Bangsa terjadi di Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas Kota Depok, Selasa (15/10/2019) kemarin. Aksi itu sempat memicu kemacetan di lokasi kejadian.

Sempat tersiar kabar korban Sultan Juniardi tewas bersimbah darah akibat sabetan senjata tajam jenis celurit. Namun polisi menepis informasi itu. Sultan dibawa rekan-rekanya ke rumah sakit.

Polsek Pancoran Mas telah mengamankan 9 orang pelajar untuk dimintai keterangan. Hingga saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan di Polresta Depok.

"Belum ada tersangka masih kami periksa," kata Made.

Anggota Pokdarkamtibmas Kelurahan Mampang, Rizal mengatakan aksi tawuran kedua sekolah swasta tersebut kerap terjadi. Kedunya dikenal lama bermusuhan.

"Kita anggota Pokdarkamtibmas berduka cita dan turut prihatin masih ada lagi korban meninggal akibat tawuran pelajar," ujar Rizal.

Diduga dampak tawuran itu, gedung SMK Izzata di Jalan Raya Cipayung, Pancoran Mas, diserang sekelompok orang pada Rabu pagi tadi. Ruang guru dan beberapa ruang kelas hancur. Akibat serangan itu, sekolah diliburkan.

Staf di SMK Izzat Gindo Suhadi mengatakan, serangan diperkirakan terjadi pukul 05.00 WIB. Sekelompok orang datang mengendarai sepeda motor datang dan langsung melakukan aksi anarkistis.

Editor : Zen Teguh