Tegas, Muhammadiyah Tak Sudi Ikut POP meski Nadiem Minta Maaf

Antara ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 22:51 WIB
Tegas, Muhammadiyah Tak Sudi Ikut POP meski Nadiem Minta Maaf

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu`ti (dua dari kiri) di kantor PP Muhammadiyah. (Foto: Muhammadiyah).

JAKARTA, iNews.id - Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersikap tegas soal Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Meski Menteri Nadiem Makarim minta maaf, Muhammadiyah tidak akan mengubah keputusannya mundur dari program tersebut.

"Kami sudah punya keputusan bulat," kata Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah Kasiyarno di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Menurut dia, Muhammadiyah konsisten dengan keputusan tersebut.

Kasiyarno menilai, POP sebenarnya baik. Namun sayang tidak transparan. Muhammadiyah pun menegaskan untuk tetap tidak ikut dalam program tersebut.

Seperti diketahui, Muhammadiyah telah mengumumkan mundur dari POP. Salah satu pertimbangan mundur yaitu kriteria pemilihan organisasi masyarakat yang ditetapkan lolos evaluasi proposal sangat tidak jelas.

Muhammadiyah menilai Kemendikbud tidak dapat membedakan antara lembaga CSR yang sepatutnya membantu dana pendidikan dengan organisasi masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Bukan hanya Muhammadiyah, PBNU juga memutuskan mundur dari program tersebut. Mundurnya dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini pun menjadi sorotan. KPK mengaku akan turut mengevaluasi POP Kemdikbud.

Atas mundurnya PBNU dan Muhammadiyah, serta PGRI, Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan permohonan maafnya. Namun, permintaan maaf itu tak serta merta mengubah sikap tegas Muhammadiyah.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan pertemuan unsur Kemdikbud dengan PP Muhammadiyah berlangsung satu jam. Mereka berdialog berbagai kebijakan di kementerian yang mengurus pendidikan nasional, khususnya POP.

"Mendikbud menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan mengevaluasi program POP," kata Mu’ti.

Editor : Zen Teguh