Tepis Tuntutan JPU, Imam Nahrawi Pamer Prestasi saat Jabat Menpora

Riezky Maulana ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 23:39 WIB
Tepis Tuntutan JPU, Imam Nahrawi Pamer Prestasi saat Jabat Menpora

Mantan Menpora, Imam Nahrawi membacakan pleidoi atau pembelaan melalui video konferensi dalam perkara korupsi dana hibah Kemenpora kepada KONI, Jumat (19/6/2020). (Foto: iNews.id/ Riezky Maulana).

JAKARTA, iNews.id - Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang lanjutan perkara korupsi dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Jumat (19/6/202020). Agenda sidang, yaitu pembacaan pleidoi atau pembelaan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Dalam pembelaannya, Imam Nahrawi mengatakan tidak menghambat prestasi atlet Indonesia seperti yang tercantum dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Bahkan dia menilai selama menjabat Menpora telah berhasil mengukir sejumlah prestasi atlet Indonesia ke dunia internasional.

"Sejak saya diangkat sebagai Menpora atas berkat rahmat Allah serta arahan dari Presiden dan Wakil Presiden, dukungan sahabat menteri, para pelatih, atlet, keluarga, juga doa dan dukungan rakyat Indonesia serta kerja sama yang baik di internal Kemenpora saya bisa mencatat prestasi gemilang yang menjadi sejarah besar bagi Indonesia," ujar Imam dalam pembelaannya yang dibacakan melalui video konferensi.

Dia menuturkan, ada 7 prestasi yang mengangkat para atlet selama menjabat Menpora. Pertama, ketika Olimpiade Rio De Janiero Brazil 2016, Indonesia berhasil mendapatkan medali emas melalui cabang olahraga bulutangkis Ganda Campuran Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

"Mengakhiri puasa emas Indonesia selama 2 olimpiade sebelumnya, yaitu Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012," ucapnya.

Prestasi kedua, kata dia menaikkan bonus atlet yang sebelumnya Rp5 miliar per mendali emas, menjadi Rp5 miliar per orang. Kenaikkan bonus tersenut sejak Olimpiade Rio De Janiero 2012.

Kemudian prestasi ketiga, berhasil mentas pembalap Rio Haryanto di ajang F1 juga diklaim oleh Nahrawi sebagai bentuk prestasi. Rio diketahui memulai debutnya di F1 pada 2016 di Melbourne, Australia.

"Ini merupakan sejarah yang tidak terlupakan bagi Indonesia. Sebagai perwakilan pemerintah Indonesia saya diundang secara resmi untuk menghadiri," katanya.

Dia menyampaikan, prestasi keempat pengenalan olahraga untuk desa di seluruh Indonesia, seperti sepak takraw, sepakbola, volly, tenis meja dan pencak silat termasuk acara Sepeda Nusantara, yakni lomba bersepeda dari Sabang sampai Marauke.

"Kelima, lahirnya para atlet juara dunia baru. Dari cabang atletik yaitu Zohri yang merupakan siswa PPLP Mataram Binaan Kemenpora. Dari cabang sepakbola ada Egy Maulana Vikri yang merupakan siswa SKO Ragunan milik Kemenpora yang telah bermain di Eropa," ucapnya.

Prestasi keenam atas kinerjanya sebagai Menpora, kata dia mengangkat kesejateraan atlet dan pelatih. Selama 2015-2018 hampir 1.000 atlet yang telah diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Selanjutnya, prestasi ketujuh, mencatatkan atlet Indonesia dalam Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Dalam gelaran Asian Games 2018, Indonesia berhasil menempati urusan ke-4 dari 45 negara yang berpartisipasi.

"Inilah bukti nyata untuk sejarah bangsa Indonesia bahwa momentum Asian Games merupakan ajang pembuktian Indonesia mampu di mata dunia tanpa dipandang sebelah mata serta terbuktinya peningkatan prestasi olahraga," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi